Perdalam Kanonik Gereja, Pastor Postinus Gulö Sekolah di Italia

8
2914

Pastor muda asal Nias, Postinus Gulö, mendapat tugas belajar ke Roma untuk memperdalam ilmu di bidang Kanonik Gereja. Ia berangkat dari Tanah Air pada 29 Juni lalu meskipun baru memulai masa belajar pada Oktober nanti.

“Saya harus belajar bahasa Italia dulu. Saya tidak sempat kursus bahasa Italia saat di Tanah air. Belajar bahasa Italia dalam waktu 3 bulan suatu mukjizat,” ujar Postinus yang lahir 20 Februari 1983 itu.

Sebelum berangkat ke Roma, Pastor Postinus melayani di Paroki Nias Barat. Menurut dia, masa belajar di Roma sekitar 3 tahun. “Bahkan, bisa lebih,” ujarnya kepada Kabar Nias, Sabtu (11/7/2015) lewat perbincangan di jejaring sosial, Facebook.

Pastor Postinus diutus oleh Pastor Provinsial beserta dewan OSC Provinsi Sang Kristus Indonesia, yaitu Pastor Dr. Laurentius Tarpin OSC.

“Namun, Pastor Laurentius sekarang bukan provinsial lagi, melainkan telah terpilih sebagai pemimpin tertinggi OSC sedunia dan orang pertama dari Indonesia dan bahkan Asia yang memegang jabatan itu. Saya satu komunitas dengan beliau di Generalat OSC via del velabro,” kata Postinus yang lahir di kampung Dangagari, Desa Sitölu Banua Fadoro, Kecamatan Moro’ö, Nias Barat, ini.

Ilmu Kanonik Gereja, menurut Postinus, cukup sulit untuk dipelajari. Sebelum Postinus, baru dua orang dari Nias pernah belajar tentang hukum Kanonik Gereja, yaitu Pastor Eligius Fau, OFMCap (almarhum) dan Br. Hezekiel.

“Hukum kanonik sulit karena dalam mempelajari teori kita mesti menganalisis teks kanon dalam bahasa Latin dan Italia. Ayat-ayat kanonik ada ribuan. Lalu dibutuhkan keahlian dalam menerapkan hukum tersebut. Tentu bagi saya, menerapkan hukum kanonik gereja bukan untuk mempersulit umat Alah, tetapi untuk memberi solusi,” ujarnya.

Selama di Roma, Postinus tinggal Generalat OSC di Roma, Provinsi Lazio, dekat alun-alun yang terkenal, Piazza Venesia. Postinus mengaku senang bisa bertemu dengan dua suster asal Nias yang belajar di Roma, yaitu Suster Albertin Bonafit Falakhi SdC dan Suster Tuty Daeli, SdC.

Selamat belajar Romo, sampaikan salam kami buat putra-putri Nias yang lain di Roma.

8 KOMENTAR

  1. Kita bersyukur bahwa pastor Postinus mendapat kesempatan untuk memperdalam ilmu tentang Hukum Kanonik, semoga dengan ini Pastor nantinya lebih bijaksana dan menjadi ahli dalam mengemban tugas yang sangat mulia dari Tuhan. Seperti yang telah di ungkapnya "Menerapkan hukum kanonik gereja bukan untuk mempersulit umat Allah, tetapi untuk memberi solusi". Doa kami selalu untukmu !!!

  2. pastor..memperdlm ilmu agama…tapi juga harus lebih peduli lagi
    apa yg lebih berkenan kpd Tuhan…satu hal apa pastor berkenan ga dhdpn Tuhan" soal pengenalan akan pribadi Tuhan, (renungkan. Yoh.4:22). semoga engkau mengenal Dia, dan bukan mengenal ilah lain,…Bapa YHWH memberkatimu.

  3. Selamat belajar abangda Pastor Postinus, OSC
    Jangan lupa olahraga supaya badan selalu sehat & bugar…hehehe

    • Hahahaha….setuju bro Harrys Laia. Di sini saya selalu olah raga jalan kaki 45 menit dari hari Senin sampai jumat, setiap pagi dan sore. Ya'ahowu bro.

  4. Selamat dan sukses buat Amada Postinus Gulo OSC. Semoga ilmu Kanonik Gereja tersebut dapat diimplementasikan dengan masalah-masalah sosial di Pulau Nias. Artinya disiplin ilmu tersebut dapat mengkaji status "3T" di Nias, seperti halnya kajian ilmu Kanonik Gereja terhadap Bowo tanpa menghilangkan kebudayaan lokal.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.