KERJA SAMA IPB-PEMKAB NIAS UTARA

Nias Utara Serius Kelola Sektor Perikanan dan Kelautan

0
184
Rektor IPB Dr Arif Satria (kiri) berjabat tangan dengan Bupati Nias Utara Marselius Ingati Nazara sesaat setelah penandatanganan MOU tentang Kerja Sama Pengembangan Kelautan dan Perikanan di Kabupaten Nias Utara, Rabu (3/4/2018), di Dramaga, Bogor, Jawa Barat. Foto: Dokumentasi Dinas Perikanan dan Kelautan Nias Utara.

BOGOR, KABAR NIAS — Pemerintah Kabupaten Nias Utara terus menggenjot pembangunan dan pengelolaan sektor kelautan secara serius. Salah satunya dengan menandatangani nota kesepahaman dengan Institut Pertanian Bogor (IPB), Rabu (3/4/2018), di Dramaga, Bogor, Jawa Barat. Hasil MOU ini diharapkan bisa diterapkan langsung oleh dinas terkait sehingga sektor ini memiliki daya saing.

“Sebagaimana arahan Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo atas kunjungannya di Kepulauan Nias pada tanggal 19 Agustus 2016 yang menyatakan bahwa potensi terbesar di Pulau Nias ada dua sektor, pariwisata dan perikanan. Maka didasari dengan ini, Pemerintah Kabupaten Nisa Utara berusaha menggali potensi tersebut untuk dapat dikembangkan di wilayah NIas Utara,” ujar Bupati Nias Utara Marselius Ingati Nazara, saat menyampaikan sambutan setelah penandatanganan MOU di kampus IPB, Dramaga, Bogor.

Pemkab Nias Utara, menurut Ingati, terus mengadakan kerja sama dengan sejumlah pihak guna menggali dan meningkatan sektor perikanan dan kelautan ini, salah satunya dengan IPB Bogor. Rektor IPB Dr Arif Satria SP, M.Si menandatangani MOU bersama M. Ingati Nazara yang berlaku selama tiga tahun sejak ditandatangani.

Ingati melihat bahwa potensi yang ada di daerahnya begitu besar. Namun, dibutuhkan kajian sehingga pelaksanaannya bisa lebih fokus dan bisa terwujud. “Sementara kerja sama dengan IPB ini berlangsung, kita berharap dinas terkait, Dinas Perikanan dan Kelautan Nias Utara dan Dinas Pariwisata serta lainnya bisa melakukan langkah-langkah yang terukur serta fokus. Ini tentu tidak mudah. Namun, mesti harus bergerak dan memulai sesuai kemampuan dan skala prioritas dulu,” ujar Ingati saat bertemu dengan Kabar Nias di Bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis.

Ingati menyatakan bahwa Pemerintahan Kabupaten Nias Utara memiliki visi mewujudkan Nias Utara yang maju, berdaya saing, beriman, dan berbudaya. “Lewat pengembangan setiap sektor, termasuk perikanan-kelautan dan pariwisata sebagai sektor unggulan ini, visi  terwujudnya Nias Utara yang maju, berdaya saing, beriman, dan berbudaya diharapkan bisa segera dicapai. Kami terus mendorong agar setiap dinas terkait melakukan inovasi-inovasi lewat program-program yang bisa diterapkan di Nias Utara,” ujar Ingati Nazara.

Rektor IPB Dr Arif Satria (kiri) dan Bupati Nias Utara Marselius Ingati Nazara menandatangani MOU tentang Kerja Sama Pengembangan Kelautan dan Perikanan di Kabupaten Nias Utara, Rabu (3/4/2018), di Dramaga, Bogor, Jawa Barat. Foto: Dokumentasi Dinas Perikanan dan Kelautan Nias Utara.

Hadir juga dalam penandatangan MOU itu Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Nias Utara Sabar Jaya Telaumbanua serta Kepala Bappeda Nias Utara Yusman Zega. Kepada Kabar Nias, Kamis, Sabar Jaya menyampaikan bahwa ruang lingkup MOU Pemkab Nias Utara dan IPB meliputi, pertama, penyusunan desain dan rencana program unggulan di bidang kelautan dan perikanan. Kedua, pelaksanaan penelitian, pengkajian dan pengembangan, pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan, serta lingkungan secara berkelanjutan.

Ketiga, peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui pelatihan-pelatihan dan pendampingan petugas teknis, nelayan, pembudi daya ikan, dan pengolah serta pemasar, hasil perikanan. Keempat, penerapan hasil penelitian dan pengembangan teknologi bidang kelautan dan perikanan. Kelima, pengkajian dan pelaksanaan pengembangan kawasan dan sentra kelautan dan perikanan.

Disampaikan Sabar, nantinya akan ada mahasiswa-mahasiswa dan peneliti dari IPB yang dikirim ke Nias Utara untuk bisa berbagi ilmu serta mengadakan penelitian langsung ke lapangan.

Sementara Yusman Zega optimistis bahwa lewat kerja sama ini akan ada peta jalan yang jelas bagi Pemerintah Kabupaten Nias Utara dalam membangun sektor pertanian dan kelautan ini. “Kami tentu berharap, hasil kajian yang dilakukan tim teknis dari IPB nanti akan menjadi panduan untuk membangun sektor ini,” ujar Yusman.

Dari data BPS, Nias Utara dalam Angka 2017 disebutkan, Sebagian besar hasil perikanan laut merupakan hasil tangkapan nelayan tradisional sehingga hasil tangkapan yang diperoleh setiap tahun relatif masih rendah. Jenis ikan yang hidup di perairan Pulau Nias Utara antara lain ikan kakap putih, gurapu, tuna, lobster, udang dan berbagai jenis ikan lainnya yang memenuhi kriteria ekspor.

Selama tahun 2015, produksi ikan yang berasal dari perairan laut sebesar 12.455 ton dan perairan darat 232,78 ton dan pada tahun 2016 tidak jauh berbeda, yakni 12.457 ton dan 232,2 ton. Penghasil ikan laut terbanyak, yaitu kecamatan Afulu (2.737,10 ton). Sementara penghasil ikan air tawar adalah Kecamatan Alasa Talu Muzöi sebanyak 89,90 ton. Jumlah nelayan pada tahun 2015 sama dengan 2016 mencapai 2.276 orang dengan jumlah alat penangkapan sebanyak 614 unit.

Nias Utara kini memiliki produk ikan asap yang sudah dikemas dengan baik dan sudah mulai dipasarkan kepada konsumen. Produk ini menjadi salah satu buah dari program Dinas Perikanan dan Kelautan Nias Utara dengan melakukan pendampingan dan pembinaan terhadap para nelayan.

Berita Terkait

Tiga Sektor Ini Jadi Fokus Pembangunan 2018 di Nias Selatan TELUKDALAM, KABAR NIAS  — Ada tiga sektor yang menjadi prioritas pembangunan tahun 2018 di Nias Selatan di bawah pemerintahan Bupati Hilarius Duha dan...
Simon dan Oren Kini Menatap Papua… Sabtu, 29 Oktober 2016, adalah hari bersejarah dalam perjalanan hidup Oren Novtikasari Dachi dan Simon Ray Cantasman Sarumaha. Betapa tidak, dua remaj...
Identitas sebagai Orang Nias Harus Dipertahankan GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS — Masyarakat Nias di mana pun berada, terutama yang berada di perantauan, diharapkan tetap bangga dengan identitasnya sebagai...
Majukan Pariwisata Nias dengan Membangun Ciri Khas Mskipun sederet titel tersematkan di depan dan belakang namanya, Dr Yeremia Mendröfa, ST, MM, MBA, PMP, anggota DPRD Provinsi Banten Fraksi PDI-P ...
Pertaruhan Lima Tahun untuk Sebuah Reputasi Oleh Fikar Damai S. Gea Babak baru kepemimpinan daerah di Kepulauan Nias akan segera dimulai. Mari kita lupakan betapa panasnya suhu Pilkada serent...