BEM STIE Pembnas Nias Ajak Dosen dan Mahasiswa Mengembangkan Budaya Menulis

1
1052
Pembantu ketua III STIE Pembnas Nias Heseziduhu Lase -- Gambar oleh digital library kabarnias.com

GUNUNGSITOLI UTARA, KABAR NIAS – Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pembangunan Nasional Nias (BEM STIE Pembnas Nias) mengajak dosen dan mahasiswa untuk dapat menulis berita dan karya ilmiah. Ajakan itu disampaikan saat seminar sehari, Sabtu (4/7/2015), di Kampus STIE di Kecamatan Gunungsitoli Utara.

Tema kegiatan itu “Meningkatkan Daya Tarik Mahasiswa dan Dosen untuk Menulis Dilingkup Civitas Akademik STIE Pembnas Nias, dengan topik “Sosialisasi Tata Cara dan Kaidah dalam Menulis” dengan narasumber Onlihu Ndraha dari kabarnias.com; Undang-Undang Informasi Transaksi Teknologi narasumber Kasat Reskrim Polres Nias AKP SK Harefa; dan “Hambatan Mahasiswa Dalam Menulis Karya Ilmiah” narasumber Ketua STIE Pembnas Nias Fatolosa Hulu.

Seperti dikatakan Presiden Mahasiswa STIE Pembnas Nias Junirawati Zebua, selama ini di Kampus STIE hampir semua mahasiswa dan dosen tidak mampu menulis sebuah berita. Apalagi jika dikaitkan dengan dunia teknologi sekarang ini, misalnya pengguna media sosial, Facebook. Pengguna akun Facebook asal menulis status tanpa mengetahui adanya undang-undang yang bisa menjerat jika status mengarah pada penghinaan seseorang atau sejenisnya.

Ketua Panitia Seminar Syukurman Laoli mengatakan, tujuan lain mengadakan seminar ini agar di kampus STIE lahir sebuah jurnal kampus. ”Harapan kami, bisa lahir sebuah jurnal kampus sebagai wadah pembelajaran mahasiswa untuk menulis”.

Saat menyajikan materi, SK Harefa berpesan agar saat menggunakan barang elektronik tidak utuk mencelakakan orang melainkan penunjang ilmu pendidikan.

”Setelah saya selesai membuat makalah ini, ada teman saya mengatakan wise while online think before posting. Artinya bijaksana saat online, berpikir sebelum posting,” ujar SK Harefa.

Tanpa Kehadiran Dosen

Ketua Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) STIE Pembnas Nias Yanser Wardin Harefa cukup menyesali ketidakhadiran dosen pada seminar itu. Menurut dia, kegiatan ini tidak hanya berguna bagi mahasiswa melainkan bagi dosen.  ”Selaku Ketua MPM, saya cukup menyayangkan ketidakhadiran para dosen,” kata Yanser.

Belum diketahui alasan ketidakhadiran dosen pada seminar tersebut. Pada paparannya, Fatolosa mengatakan, ada dosen yang tidak mampu membuat karya ilmiah. Oleh karena itu, pihaknya tidak memberi izin sebagai pembimbing skripsi mahasiswa.

“Tidak hanya mahasiswa yang tidak bisa menulis karya ilmiah. Juga dosen ada. Dosen  itu tidak diberi wewenang membimbing penulisan skripsi mahasiswa,” ujar Fatolosa. [NDH]