LOTU, KABAR NIAS — Untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan, nelayan-nelayan di Kabupaten Nias Utara terus dibekali ilmu lewat pelatihan-pelatihan. Kali ini, Badan Riset serta Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Medan menyelenggarakan pelatihan pembuatan dan perawatan alat penangkapan ikan bagi 30 nelayan di Kabupaten Nias Utara, 19-23 November 2018. Pembiayaan program ini bersumber dari APBN 2018.

Ke-30 nelayan Nias Utara yang berasal dari wilayan pesisir di Kecamatan Afulu, Lahewa Timur, Lahewa, Lotu, Sawö, dan Tuhemberua, mendapatkan kesempatan untuk membuat jaring.

Para nelayan, peserta pelatihan, mempraktikkan langsung cara pembuatan jaring. —Foto: Dokumentasi Dinas Perikanan Nias Utara

Disampaikan Kepala Dinas Perikanan Sabar Jaya Telaumbanua, pelatihan ini merupakan hasil tindak lanjut kerja sama antara Badan Riset dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam hal ini Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Belawan Medan yang dananya bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2018.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi nelayan dan kesempatannya untuk mengetahui secara teknis bagaimana cara perawatan alat tangkap gill net yang lebih baik sehingga penggunaannya lebih lama,” ujarnya.

Dipandu pelatih dari KKP Medan, para nelayan melihat peta perikanan Nias Utara. —Foto: Dokumentasi Dinas Perikanan Nias Utara

Ia menambahkan, pelatihan ini diharapkan dapat berkelanjutan pada tahun berikutnya sehingga pengetahuan dan keterampilan nelayan dapat meningkat secara signifikan dan berdampak pada peningkatan produksi hasil tangkapan, pendapatan, dan kesejahteraan nelayan itu sendiri.

Adapun pelatihan yang diharapkan pada tahun 2019, kata Sabar, adalah pelatihan pengolahan ikan, antara lain, ikan asap, asin, dan aneka produk fish jelly, pengolahan rumput laut pascapanen, pelatihan budidaya udang venname dan windu, pelatihan budidaya teripang, dan pelatihan teknologi bubu.

Para nelayan langsung praktik membuat jaring. —Foto: Dokumentasi Dinas Perikanan Nias Utara.

“Pelatihan ini diharapkan segera terwujud agar potensi perikanan yang dimiliki dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujar Kadis yang biasa disapa Ama Yoseph itu.