TELUKDALAM, KABAR NIAS — Festival Ya’ahowu yang digelar 16-20 November tinggal hitungan hari. Waktu yang tersisa sebelum menikmati dan mengeksplorasi keindahan Pulau Nias sudah sebaiknya digunakan untuk mempersiapkan segala perlengkapan yang harus dibawa. Bagi Anda yang masih belum memutuskan pergi, segera dan bergegas untuk memesan tiket pergi pulang.

Informasi di bawah ini mungkin bisa Anda perlukan sebagai referensi untuk menikmati festival budaya terbesar yang diselenggarakan setiap tahun itu di Kepulauan Nias.

1. Masuk dalam 100 Event Wonderful Indonesia 2018

Acara Festival Ya’ahowu Nias 2018 ini—yang dalam bahasa Inggris ditulis Ya’ahowu Nias Festival 2018—oleh Kementerian Pariwisata ditetapkan sebagai salah satu dari 100 Event Wonderful Indonesia 2018. Tahun ini sebagai tuan rumah dipilih Kabupaten Nias Selatan. Pada 2016, Kabupaten Nias Selatan juga pernah menjadi penyelenggara. Tahun lalu, Kota Gunungsitoli sebagai tuan rumah. Kelima pemda di Nias (4 kabupaten dan 1 kota) akan bergantian menjadi tuan rumah.

Jadi, acara ini sudah masuk dalam kalender kegiatan pariwisata pemerintah pusat. Ini juga dalam rangka mencapai target mendatangkan wisatawan ke Sumatera Utara sebanyak 1 juta orang hingga tahun 2024.

2. Penerbangan Langsung Pesawat Garuda Jakarta-Nias 

Selama ini untuk terbang ke Pulau Nias, penumpang terlebih dahulu harus transit dan berganti pesawat di Bandara Kualanamu, Medan, dan atau via Padang, Sumatera Barat. Dengan sudah dilebarkannya Bandara Binaka di Gunungsitoli, pesawat berbadan lebar milik maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia, sudah bisa menjajal penerbangan langsung (direct flight) dari Bandara Soekarno-Hatta ke Bandara Binaka. Lama penerbangan diperkirakan memakan waktu 2 jam 15 menit dengan frekuensi terbang 3 kali sehari. Penerbangan perdana dilakukan pada 15 November ini. Menurut rencana, akan ada penerbangan 3 kali seminggu, yakni Selasa, Kamis, Sabtu. Saat berita ini ditulis, Garuda sedang menunggu izin terbang perdana dari Kementerian Perhubungan.

Ini kabar menarik, bukan? Sebuah kemudahan untuk berwisata ke Pulau Nias. Kita berharap Garuda juga bisa membuka dari daerah lainnya, seperti Bali dan Bandung.

3. Pertunjukan Tari Kolosal Spektakuler

Pada Festival Ya’ahowu kali ini, panitia menjanjikan sebuah pergelaran budaya yang spektakuler, yakni tari perang dengan penari mencapai 600 orang. Atraksi kolosal lainnya, seperti famadaya harimo, lompat batu maraton hingga 100 orang, akan menjadi tontontan yang sayang jika dilewatkan.

4. Hiburan

Selain berbagai atraksi kebudayaan dari semua daerah di Pulau Nias, pengunjung juga akan dimanjakan oleh berbagai pertunjukan. Ada turnamen bola voli pantai yang akan digelar di salah satu pantai terindah di Nias Selatan, yakni Pantai Sorake. Kemudian, pemilihan putri pariwisata juga diselenggarakan. Para peserta yang merupakan pilihan dari setiap daerah, tidak saja berparas cantik, tetapi memiliki intelektualias yang di atas rata-rata. Para finalis putri pariwisata ini diharapkan kelak menjadi duta untuk mengembangkan dan memajukan pariwisata Kepulauan Nias.

Pada penutupan festival tanggal 20 November 2018, akan ada hiburan yang diramaikan oleh artis lokal Kepulauan Nias dan artis nasional. Kali ini, pemenang Indonesia Idol 2018, Maria, siap menggemparkan kota Telukdalam, tepatnya di Lapangan Orurusa.

5. Hotel dan Penginapan

Melihat banyaknya animo masyarakat yang datang ke Nias, okupansi hotel di Telukdalam, sudah mulai penuh. Namun, Anda tidak perlu khawatir. Jarak Telukdalam dengan Kota Gunungsitoli—calon ibu kota Provinsi Kepulauan Nias—hanya 120-an km dan bisa ditempuh lebih kurang 2 jam. Pilihan terbaik adalah ambil penginapan di Kota Gunungsitoli. Carter mobil atau sepeda motor menuju Telukdalam tersedia banyak di Nias Kota Gunungsitoli. Beberapa pilihan yang bisa direkomendasi, antara lain, adalah hotel Miga Beach, Hotel Soliga, Penginapan di Museum Pusaka Nias, Hotel SThree.

6. Pilihan Tempat Wisata

Ada banyak tempat pariwisata yang Anda bisa eksplorasi di Nias Selatan dan di seluruh Nias. Di Gunungsitoli jangan mesti mampir di Museum Pusaka Nias. Di Telukdalam, selain Desa Bawömataluo, ada sejumlah desa tradisional yang bisa dikunjungi, seperti Desa Hilimondregeraya. Lalu di Kecamatan Sidua Öri, wilayah Gomo, ada tempat wisata berupa batu-batu megalitikum berukir yang merupakan warisan leluhur dan sudah berusian ratusan tahun.

Selamat datang di Pulau Nias, ya.

Berita Terkait

Yanto Odus Lase: Terus Promosikan Pariwisata Nias Sejak kecil dia sangat senang memandangi laut sehingga jiwanya tenang. Saat memandang cakrawala, jiwanya bergelora. Ada harapan, kelak dirinya bisa me...
Stop Penggalian Pasir di Pantai Sorake dan Lagundri! TELUKDALAM, KABAR NIAS — Penggalian pasir secara ilegal di Pantai Sorake dan Lagundri di Nias Selatan makin menjadi-jadi. Tempat wisata yang telah men...
Wajah Kelabu “Sila’i” dan “Sibolowua... Oleh Happy Suryani Harefa Barangkali semua orang pernah menyaksikan seorang duta wisata melakukan kampanye atau promosi wisata di radio, di televis...
Turis Asing Alami Perlakuan Kurang Menyenangkan di Pulau Asu... GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS — Seorang turis asing asal Brasil, Gilberto Bezerra De Abreu (35), mengalami perlakuan kurang simpatik dari seorang warga Pul...
Wakil Kepulauan Nias Perlu Bersiap Ikuti Kontes Putera-Puter... GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS — Tidak pernah dilibatkan dan diajak dalam pemilihan Putera-Puteri Bahari Indonesia yang diluncurkan sejak 2012, pada pelaksa...