KECELAKAAN LAUT

Tiga dari Empat Korban Tenggelam di Afulu Sudah Ditemukan

KECELAKAAN LAUT

0
727

GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS — Tiga dari empat korban kecelakaan laut yang terjadi di Afulu, Minggu (17/7/2016), yaitu Akdun Kaiman Zebua (40), Salim (36), dan M Faisal (47) sudah ditemukan oleh warga setempat dalam keadaan meninggal, Selasa (19/7/2016), di muara Sungai Oyo, Kecamatan Moro’ö, Nias Barat. Sementara korban lainnya, Hasan, masih terus dicari oleh tim Badan SAR Nasional (Basanas) Pos Nias.

Anggota Basarnas Pos Nias, Berkat, Rabu, kepada Kabar Nias, mengatakan, timnya terus melakukan pencarian hingga tujuh hari ke depan.

“Kemarin (Selasa) pagi, warga memberikan informasi ada mayat terdampar di pantai dekat muara Sungai Noyo. Setelah tim ke sana, dipastikan jenazah temuan itu adalah Salim, Faisal Zebua, dan Iman Zebua. Ketiganya telah diserahkan kepada keluarga korban untuk dikebumikan,” kata Berkat.

Baca juga: Kecelakaan Laut Terjadi Lagi, Empat Warga di Nias Utara Hilang

Pencarian terhadap korban Hasan, kata Berkat, terus dilakukan di sekitar perairan Afulu, Kabupaten Nias Utara. “Tim Basarnas Pos Nias dibantu oleh TNI AL, Polres Nias, BPBD Nias Utara, dan masyarakat. Jika hari ini tidak ditemukan, pencarian dilanjutkan hingga Sabtu (23/7/2016),” kata Berkat.

Sehari sebelumnya, Kepala Pos TNI AL Lahewa TB Gunawan menyampaikan kepada Kabar Nias lewat WhatshApp bahwa semua korban merupakan warga Kota Gunungsitoli yang hendak memancing di peraian antara pantai Afulu dan Pulau Wunga.

“Pulau Wunga adalah pulau terluar Indonesia di Samudra Hindia. Cuaca dan gelombang yang tidak bersahabat kemungkinan penyebab kecelakaan tersebut,” kata TB Gunawan.

Untuk diketahui, hari pertama pencarian, Senin, Bupati Nias Utara Ingati Nazara turut serta melakukan pencarian di perairan Afulu. Sementara Wali Kota Gunungsitoli Lakhömizaro Zebua melayat di rumah korban Akdun Kaiman Zebua, Rabu pukul 21.30. Akdun dikebumikan di Desa Boyo, Kota Gunungsitoli.

Sejumlah pihak mengharapkan, kecelakaan laut ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi siapa pun, utamanya bagi warga di Kepulauan Nias. Setiap kali melakukan perjalanan menggunakan jalur laut, warga diminta agar melengkapi diri dengan alat keselamatan, seperti pelampung dan mengenakan rompi keselamatan. [knc02w]

Berita Terkait

Korban Tenggelam di Pulau Te’u Akhirnya Ditemukan GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS — Setelah dua hari hilang, Sudima Lase (40), warga Desa Ombölata, Kecamatan Lahewa, Kabupaten Nias Utara, ditemukan oleh nela...
Perahu Terbalik, Dua Babinsa Pulau Terluar Nias Gagal Bertem... KABAR NIAS, TELUKDALAM — Dua bintara pembina desa (babinsa) yang bertugas di Pulau Simuk, Kabupaten Nias Selatan, yaitu Serda Harpen Simangunsong dan ...
Kecelakaan Laut Terjadi Lagi, Empat Warga di Nias Utara Hila... GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS — Empat warga yang menuju Pulau Wunga, Minggu (17/7/2016), di perairan Samudra Hindia, Kabupaten Nias Utara, dilaporkan hilan...
Doa Bersama demi Keselamatan Pdt Herman Baeha SIROMBU, KABAR NIAS — Puluhan rohaniwan dari berbagai denominasi gereja bersama pemerintah daerah Kabupaten Nias Barat dan Nias Utara melakukan doa be...
Digulung Ombak Saat Memancing, Fa’atulö Bu’ulölö... LÖLÖWA'U, KABAR NIAS — Fa'atulö Bu'ulölö (40), warga Desa Hilimböwö Siwalawa, Kecamatan Lölöwa'u, Nias Selatan, yang hilang digulung ombak saat memanc...