TELUKDALAM, KABAR NIAS — Pada ajang Festival Harimbale yang diadakan pada Festival Ya’ahowu Nias 2019, stan Kabupaten Nias Utara meraih peringkat ketiga terbaik. Salah satu primadona yang dipamerkan pada stan tersebut adalah hasil laut berupa ikan yang dikemas dengan baik, antara lain ikan teri, ikan diasap (ni’unagö), dan rumput laut.

Penghargaan sebagai peringkat ketiga ini diumumkan pada upacara penutupan Festival Ya’ahowu Nias 2019, di Lapangan Orurusa, Telukdalam, Nias Utara.

“Penghargaan ini menjadi pelecut bagi kami di Nias Utara untuk terus melakukan yang terbaik, terutama dalam mempromosikan berbagai komoditas dan produk-produk unggulan dari masyarakat Nias Utara, baik dari perajin, petani, maupun para nelayan,” ujar Kepala Dinas Perikanan Nias Utara Sabar Jaya Telaumbanua kepada Kabar Nias, Senin (21/11/2018).

Di stan Kabupaten Nias Utara dipamerkan berbagai hasil kerajinan tangan, seperti nyiru, batu ulekan, parutan kelapa. Ada juga tombak dan tameng (baluse) yang bisa digunakan untuk koleksi atau pajangan serta untuk keperluan atraksi tarian khas Nias.

Pantauan Kabar Nias, banyak pengunjung membeli hasil tangkapan nelayan yang telah dikemas. “Bisa dibilang, olahan hasil tangkapan para nelayan ini yang telah kami kemas secara baik menjadi primadona dan disukai para pengunjung,” ujar Sabar.

Ikan olahan yang dikemas menjadi unggulan stan Kabupaten Nias Utara pada Festival Harimbale yang diselenggarakan panitia pelaksana Festival Ya’ahowu Nias 2018 di Lapangan Orurusa, Telukdalam, Nias Selatan. Ikan kemasan ini banyak dipesan oleh orang luar Nias.

Sabar mengatakan, dirinya akan terus mempromosikan hasil olahan para nelayan yang terus dibina oleh dinas yang dipimpinnya, Dinas Perikanan Nias Utara, termasuk mengikuti pameran yang diadakan oleh pemerintah pusat dan juga pemerintah provinsi.

“Kami juga terakhir ikut pameran di Bundaran HI saat Pemuda Peduli Nias mengadakan pergelaran budaya di car free day. Ikan kemasan kami ludes dibeli oleh masyarakat Jakarta,” ujarnya.

Pada festival Harimbale FYN 2018, stan Nias Selatan dipilih sebagai stan terbaik disusul stan Kota Gunungsitoli di peringkat kedua.

Beberapa pengunjung Festival Ya’ahowu Nias berfoto bersama di stan Nias Utara. –Foto: Dokumentasi Dinas Perikanan Nias Utara

Pada akhir tahun 2018, kata Sabar Jaya, pihaknya akan segera memanen rumput laut hasil garapan para kelompok nelayan. Ia berharap, para investor atau para produsen yang membutuhkan rumput laut segera menghubungi dirinya. “Potensi panen kali ini bisa mencapai 5 ton,” ujarnya.

Berita Terkait

Potensi Budidaya Udang di Pulau Nias Perlu Dijajaki JAKARTA, KABAR NIAS — Kepulauan Nias dengan dikelilingi laut yang luas berpotensi besar di bidang perikanan, baik tangkap maupun budidaya. Budidaya ud...
Jalan Panjang dan Berliku Pengelolaan Perikanan di Pulau Ni... Oleh Apolonius Lase Kala berkunjung di Pulau Nias, Presiden Joko Widodo mengatakan, dua unggulan yang bisa dikembangkan di Kepulauan Nias, yakni pe...
8 Kelompok Pengolah Ikan dan Pemasar Nias Utara Terima Bantu... LOTU, KABAR NIAS — Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan memberikan progra...
Lapan Akan Mendampingi Pengembangan Perikanan di Nias Utara JAKARTA, KABAR NIAS — Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (Lapan) menyatakan siap mendampingi Pemerintah Kabupaten Nias Utara untuk mengembangkan s...
Pencitraan Jarak Jauh Wilayah Perairan Nias Utara untuk Data... JAKARTA, KABAR NIAS — Pihak Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (Lapan) melakukan pengambilan gambar lewat pemotretan jarak jauh menggunakan drone ...