Beberapa waktu berselang, kita semua dikagetkan dengan keputusan berakhirnya situs kebanggaan Ono Niha, NBC (www.nias-bangkit.com) oleh beberapa pertimbangan, terutama berakhirnya dukungan dari donor, yang telah berkomitmen selama 4 tahun terakhir. Hingga sekarang wujud kekecewaan itu masih terus terlihat setidaknya dari berbagai respons dari masyarakat yang dituliskan di media sosial, Facebook.

Kita bersyukur bahwa kehadiran NBC telah memberikan standar ideal media massa khususnya media dalam jaringan (daring/online) yang dikelola dengan profesional dan menempatkan rambu-rambu jurnalistik sebagai panduan. NBC telah sukses meraih simpatik masyarakat Nias. Untuk itu, khalayak pun meminta NBC tetap jalan, tetap dikelola, bahkan ada yang hendak menggalang dana masyarakat untuk mendukung dana operasional media daring tersebut.

Kita bertanya, mengapa NBC demikian disayangkan jika tutup; mengapa NBC begitu mendapat tempat yang baik di hati masyarakat sehingga mereka sangat kehilangan begitu kabar penutupan itu diluncurkan? Bukankah banyak media daring lain yang bisa menggantikan posisi NBC? Pertanyaan ini tentu hanya bisa dijawab oleh para pembaca setia NBC yang bisa kita lihat di media sosial.

Menjawab respons masyarakat yang begitu besar, pengelola NBC, Apolonius Lase, dengan mengajak Doni Kristian Dachi memikirkan pendirian media baru dengan konsep pengelolaan yang sama dengan NBC, yakni pengelolaan yang profesional. Bahkan, format, tampilan, serta standar pengelolaannya pun dibuat lebih dibandingkan dengan NBC.

Setelah mendapatkan masukan dari berbagai pihak, situs kabarnias.com pun kami buat dengan tetap bekerja sama dengan tim andalan di lapangan, yakni reporter-reporter yang menukangi NBC selama ini.

Kami menyadari bahwa pengelolaan media massa tidak gampang. Dibutuhkan investasi yang besar. Akan tetapi, didorong oleh rasa tanggung jawab moral, sedikit pengalaman, rasa idealisme cinta Nias, serta yakin akan besarnya dukungan dari berbagai pihak, kami mendedikasikan situs portal kabarnias.com ini kepada kita semua.

Kehadiran Kabar Nias adalah wujud tanggung jawab moral kami kepada komunitas nono niha serta publik yang berhak mendapatkan informasi yang baik, faktual, dan menginspirasi.

Seorang wartawan Amerika Serikat, Jhon Caroll (2014), mengatakan, “Newspaper should lead, that it has an obligation to its community that it is beholden to the public.” (Surat kabar (baca: media massa) sebaiknya mengakui bahwa ia memiliki tanggung jawab pada komunitasnya bahwa ia adalah milik publik).

Pendapat Jhon Caroll ini mengilhami kita semua, bahwa media massa tidak boleh dikelola menurut ego dan kepentingan semata pengelola atau kelompoknya. Namun, media massa harus dikelola dengan tanggung jawab kepada publik, masyarakat umum.

Baca juga:  Peserta UN di Nias Jangan Menyerah

Reporter Kabar Nias, yang notabene telah berpengalaman dalam membuat berita di NBC, akan terus didorong untuk belajar dan membekali diri dengan pengetahuan dan kemampuan jurnalistik yang mumpuni.

Profesi sebagai jurnalis tentu bukanlah sesuatu yang terberi (given), tetapi didapatkan lewat sebuah proses pendidikan yang panjang. Wartawan bukanlah orang sembarangan. Mereka dituntut untuk memiliki rasionalitas dan sensitivitas. Hal ini dengan baik ditegaskan oleh Thomas Merrill, “Idealisasi sebuah pekerjaan pers, khususnya wartawan adalah paduan antara otak dan hati, antara rasionalitas dan sensitivitas.

Kabar Nias akan menyajikan berbagai pilihan berita yang bisa dikonsumsi oleh pembaca. Kita meyakini bahwa lewat tulisan-tulisan: berita, sosok, sudut pandang, foto, surat pembaca, tulisan-tulisan kolom, video, audio, dan rubrik-rubrik yang diasuh oleh putra-putri Nias yang ahli di bidangnya, yang semuanya disajikan dengan penuh tanggung jawab, Kabar Nias akan bisa memengaruhi lingkungannya, memengaruhi masyarakat ke arah yang lebih baik dan positif.

Lewat Kabar Nias, masyarakat diberi tempat untuk menyuarakan hak-haknya. Hak untuk bersuara, berdemokrasi, mengeluarkan pendapat, adalah hak dasar warga yang diakui oleh negara lewat konstitusi seperti diatur dalam Pasal 28 UUD 1945. Pelanggaran atas hak ini tentu akan diganjar oleh hukuman.

Penghargaan atas hak dasar itu, Maka Kabar Nias menyediakan saluran yang kami sebut Jurnalisme Warga.

Kolom ini kami sediakan untuk warga menyampaikan pendapatnya, tentang apa saja. Masyarakat berhak memberikan masukan kepada pemerintah terkait berbagai pelayanan publik yang mereka terima. Mereka berhak mendapatkan respons dan penjelasan dari pemangku kepentingan atas segala keluh-kesah mereka.

Kami juga menantikan koresponden-koresponden di setiap kecamatan di Pulau Nias yang dengan sukarela dan didorong oleh rasa cinta terhadap tanah kelahiran bersedia memberikan informasi kepada Kabar Nias tentang apa saja yang terjadi di sekelilingnya. Yang berminat menjadi koresponden dari setiap kecamatan dan atau daerah-daerah di luar Nias yang terdapat diaspora-diaspora Nias (kantong-kantong orang Nias) kami juga persilakan.

Slogan “Inspirasi Ono Niha” yang ada di bawah logo media daring ini sengaja kami bubuhkan guna mengingatkan kami bahwa ada tanggung jawab untuk menyajikan konten yang berkualitas, yang bermanfaat, perlu dan penting, serta bisa menjadi inspirasi bagi siapa pun, terlebih-lebih buat ono niha.

  • Antii Tindas

    betul daô, mudah mudahan lancar aminnn

  • Semoga semuanya menjadi pencerahan bagi insan jurnalisme warga

  • johannes mend

    Very good'