Hidup ini adalah pilihan. Siapa pun di antara kita bisa menentukan pilihan akan menjadi seperti apa. Fakta kehidupan menunjukkan bahwa kita dapat menjadi seperti yang kita pilih dan tentukan dengan penuh tanggung jawab. Wanita muda berikut menentukan pilihan terbaik baginya tatkala menghadapi kenyataan hidup.

Suatu hari, seorang wanita muda yang baru saja menikah beberapa bulan datang ke rumah ibunya dan mulai mengeluhkan berbagai hal dalam rumah tangga yang baru dibina. “Ibu, setiap saat selalu saja ada masalah dan hal itu membuat hidup saya menjadi kacau berantakan”, keluh si anak. Sementara itu, sang ibu yang mendengarkan celotehan anaknya hanya duduk terdiam tanpa berkomentar sedikit pun. Kesannya, ia acuh dengan apa yang sedang diceritakan anaknya.

Sebagai reaksi atas segala keluhan yang dilontarkan anaknya, ibutersebut pergi ke dapur dan mengambil sebatang wortel, telur, dan kopi. Ketiga benda “ajaib” tersebut ditaruhnya dalam air mendidih. Beberapa saat kemudian, si ibu mengangkat barang-barang tersebut dan meletakkan satu-persatu dalam piring. Sementara itu kopi ditaruhnya dalam cangkir. Benda-benda itu kemudian ditaruh di depan anaknya yang sedang bingung menyaksikan aktivitas ibunya.

Lantas, dengan bijaksana si ibu menjelaskan apa maksudnya mengambil barang-barang tersebut. “Anakku, kamu tahu artinya semua ini?” Si anak pun hanya menggelengkan kepala seolah acuh dengan pertanyaan ibunya. Namun, dengan tenang ibu ini menjelaskan apa maksud semuanya itu. Ketiga benda tersebut sama-sama memiliki kelemahan, mereka sama-sama hancur tatkala berada dalam air mendidih. Wortel yang keras berubah menjadi lembek, telur yang isinya cair dan gampang pecah menjadi kaku dan mengeras tatkala kena air mendidih, dan kopi menjadikan air mendidih berwarna hitam serta menyebarkan aroma yang memikat.

Dalam hal ini Anda dapat memilih akan menjadi apa saat mengalami masalah? menjadi wortel yang lemah, telur yang kaku, atau kopi, ketika mengalami suatu masalah. Namun, kopi menetapkan pilihan mengeluarkan aroma semerbak dan cita rasa tinggi sehingga dapat dinikmati setiap orang. Ya, istilah rohaninya menjadi berkat bagi org lain.

Jikalau Anda memilih menjadi seperti kopi, pada saat masalah datang, jangan panik, menjadi lemah dan mengeraskan hati. Setiap masalah pasti ada jalan keluar. Bukankah firman Tuhan mengatakan tak ada masalah yang melebihi kekuatan kita? Biarlah pada saat masalah datang, jadilah seperti lilin yang mengubah kegelapan menjadi terang. Mungkin saja tidak seterang lampu philips, tetapi setidaknya, ubahlah dunia menjadi tersenyum, karena ada seberkas cahaya tanda pengharapan.

Anda akan memilih menjadi seperti apa? Tentu, pilihan di tangan Anda, bukan? Firman-Nya mengatakan, “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya” (I Kor. 10:13).

Anda memilih menjadi seperti apa?

______________________
*) Pdt. Manati I Zega, M.Th., pendeta jemaat, dosen teologi, penulis. E-mail: manatizega2015@gmail.com.