7 Resolusi Masyarakat Sumut demi NKRI Diluncurkan

EKSPEDISI KAPSUL WAKTU 2085

0
955
Darwis Nasution. —Foto: Dokumentasi Linda Samosir

MEDAN, KABAR NIAS — Dalam Ekspedisi Kapsul Waktu 2085 yang digelar di halaman Kantor Gubernur Sumatera Utara, tujuh resolusi masyarakat Provinsi Sumatera Utara dibacakan oleh perwakilan generasi muda bangsa, Sabtu (26/9/2015). Peluncuran tujuh harapan masyarakat ini dilakukan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Resolusi itu yang diberi tajuk “7 Harapan Bangsa dari Masyarakat Sumatera Utara adalah sebagai beikut.

  1. Sumatera Utara/Indonesia bersih dari korupsi pada tahun 2085.
  2. Pendidikan gratis dan kesejahteraan guru direalisasikan.
  3. Peningkatan aksesbilitas yang diperlukan masyarakat, khususnya petani dan infrastruktur yang memadai di Sumatera Utara.
  4. Mengembangkan ekonomi terpadu sesuai dengan potensi di Sumatera Utara dengan mempertimbangkan hak-hak konsumen.
  5. Pemimpin harus mampu sambung raga dan sambung rasa, juga warga Sumut bisa menjadi Presiden Republik Indonesia.
  6. Pariwisata Sumut menjadi pariwisata dunia dengan menciptakan wisata kota.
  7. NKRI utuh sampai akhir zaman, NKRI harga mati.
Koordinator Nasional Jay Wijayanto mengenakan pakaian kebesaran Nias bersama dr Ria Novida Telaumbanua dan Linda Samosir.
Koordinator Nasional Jay Wijayanto mengenakan pakaian kebesaran Nias bersama dr Ria Novida Telaumbanua dan Linda Samosir.

Setelah dibacakan di depan Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara Erry Nuradi, Koordinator Nasional Ekspedisi Kapsul Waktu 2085 Jay Wijayanto, Koodinator Panitia Daerah Darwis Nasution, dan sejumlah tokoh Sumatera Utara, antara lain dr Ria Novida Telaumbanua, serta masyarakat, harapan masyarakat ini dimasukkan ke dalam kapsul waktu yang sudah dipersiapkan.

Dalam kesempatan itu, Darwis Nasution menyampaikan terima kasih kepada semua elemen masyarakat yang sudah ambil bagian dalam menyukseskan pelaksanaan ekspedisi Kapsul Waktu di Sumatera Utara.

“Terima kasih kami sampaikan kepada berbagai elemen masyarakat. Pada hari ini, kita bisa membuktikan civil society adalah sebuah kekuatan besar dalam membangun sebuah bangsa yang berdikari,” ujar Darwis.

Langkah bersama apa yang sudah dilakukan hari ini, kata Darwis, adalah sebuah langkah konkret sebagai upaya membangun Indonesia yang sejahtera, beradab, dan berkeadilan.

“Kerja keras, kerja cerdas, dan dedikasi semua pihak dalam penyambutan Ekspedisi Kapsul Waktu di Sumatera Utara yang terselenggara hari ini adalah momentum awal untuk mengawal mimpi anak bangsa dari Sumatera Utara untuk indonesia 2085,” ujarnya.

Darwis mengatakan, perumusan harapan Sumatera Utara ini dilakukan dengan cara melakukan forum group discussion (FGD). Setiap daerah menyampaikan harapannya, antara lain Nias menyampaikan harapanya, antara lain, menjadi destinasi pariwisata dunia; menjadi provinsi kepulauan yang mempersatukan; dan mempunyai bandara International mendukung Nias menjadi pusat parawisata dunia.

Berani Bermimpi

Kepada Kabar Nias, Koordinator Nasional Ekspedisi Kapsul Waktu 2085 Jay Wijayanto menyampaikan bahwa program ini sebagai perwujudan bahwa negara memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada masyarakatnya untuk memimpikan masa depannya.

Jay Wijayanto memukul gondang.
Koordinator Nasional Ekspedisi Kapsul Waktu 2085 Jay Wijayanto memukul gondang (enam dari kanan).

“Bangsa yang  besar memberi ruang yang luas bagi warganya untuk memimpikan masa depan,” ujarnya.

Menurut konduktor dan pendiri Indonesian Children Choir ini, pesan besar yang disampaikan dalam EKP 2085 adalah bahwa setiap warga harus berani bermimpi. Semua harapan masyarakat dari Sabang sampai Merauke akan dikumpulkan dalam kapsul waktu yang akan dibuka pada 2085, 70 tahun mendatang.

Pembacaan harapan masyarakat Sumut ini ditandai dengan pemukulan gondang secara serimonial dan menyanyikan lagu daerah Sumatera Utara oleh Paduan Suara Darmawangsa.

Penampilan tari perang dan atraksi lompat batu dari Sanggar Furai membuat acara ekspedisi tambah semarak. [knc01r]