Beranda Featured Pemkab Nias Barat Kebut Serapan Anggaran SKPD

Pemkab Nias Barat Kebut Serapan Anggaran SKPD

0
Pemkab Nias Barat Kebut Serapan Anggaran SKPD

LAHÖMI, KABAR NIAS — Merespons desakan pemerintah pusat agar serapan anggaran daerah dipercepat, Pemerintah Kabupaten Nias mendesak sejumlah SKPD-nya untuk meningkatkan kinerja. Penyelesaian jalan dari Siwalawa ke Simpang Lahömi sejauh 11 kilometer dengan lebar 16 meter ditargetkan selesai di aspal hotmix pada November 2015. Adapun penyelesaian 15 kantor SKPD akan selesai tahun ini.

“Saya sudah panggil semua SKPD, terutama Dinas Pekerjaan Umum, untuk segera meningkatkan serapan anggaran. Penyelesaian proyek harus semua dipercepat,” ujar Bupati Nias Barat Adrianus Aroziduhu Gulö kepada Kabar Nias lewat pembicaraan telepon seluler, Rabu (17/9/2015).

Adrianus mengaku bahwa sejumlah proyek di Nias Barat terhambat, bahkan sering sekali diputus kontrak, karena rekanan yang menangani tidak serius serta tidak profesional.

“Saya tidak mungkiri bahwa banyak proyek yang terpaksa saya putus karena rekanannya tidak profesional, tidak sesuai dengan kesepakatan di kontrak. Saya berkali-kali bilang kepada Kadis PU agar menyeleksi rekanan bisa bekerja serius dan profesional, tetapi kenyataannya, selalu saja dapat rekanan yang abal-abal,” kata Adrianus.

Menurut Adrianus, menjawab desakan pemerintah pusat untuk mempercepat serapan anggaran, semua SKPD di jajaran Pemerintah Kabupaten Nias Barat terus ia desak dan kumpulkan untuk evaluasi serta melakukan akselerasi dan percepatan-percepatan,” ujarnya.

Sebagian jalan dengan aspal hotmix di dekat kantor Bupati Nias Barat. Di latar belakang foto, terlihat proyek 15 kantor SKPD yang akan selesai pada akhir tahun ini.
Sebagian jalan dengan aspal hotmix di dekat kantor Bupati Nias Barat. Di latar belakang foto, terlihat proyek 15 kantor SKPD yang akan selesai pada akhir tahun ini.

Seperti diketahui, pada beberapa tahun terakhir, sejumlah anggaran tidak terserap, serta Pemerintah Kabupaten Nias Barat memilih untuk mengembalikannya ke kas negara. Hal ini mendapat sorotan dari masyarakat Nias Barat.

“Seharusnya Bupati Nias Barat harus punya cara agar anggaran yang seharusnya untuk rakyat itu benar-benar terserap di daerah dan tidak dikembalikan ke kas negara. SKPD-SKPD harusnya membantu bupati sebagai atasan mereka agar sejumlah program bisa terlaksana dengan baik. Pemilihan rekanan mesti harus diseleksi ketat. Kemudian, masyarakat juga jangan menakut-nakuti pemborong sehingga pengerjaan proyek bisa berjalan lancar,” kata salah seorang tokoh Nias Barat yang tinggal di Jakarta.

Adrianus tidak menampik adanya kekecewaan masyarakat itu. “Saya tidak mau uang negara terbuang percuma, tetapi pembangunannya nihil. Saya sudah terlalu percaya kepada SKPD-SKPD untuk setiap proyek, tetapi ternyata SKPD tidak bisa memenuhi ekspetasi saya. Sehingga uang negara saya harus selamatkan. Saat ini pada waktu yang tersisa, sejumlah proyek dari APBD 2015 langsung saya awasi. Setiap hari saya kontrol. Mudah-mudahan para rekanan memenuhi janjinya sesuai kontrak,” ujar Adrianus.

Untuk diketahui APBD 2015 Nias Barat adalah Rp 470 miliar. Pendapatan daerah mencapai Rp 440.730.510.017 yang terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD) Rp 20 miliar, dana perimbangan sebesar Rp 373.411.099.000 dan penerimaan pendapatan daerah yang bersumber lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp 47.319.411.017.

Rawan Kecelakaan

Adrianus mengimbau kepada warga agar berhati-hati ketika berkendara pada jalan yang sudah diaspal hotmix.

Beberapa waktu terakhir, menurut Adrianus, ia mendapat laporan banyak warga yang mengalami kecelakaan.

“Jalan mulus itu akan segera diberi marka jalan. Saya akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan agar membuat rambu-rambu jalan supaya masyarakat tidak mengalami kecelakaan,” kata Adrianus.