JAKARTA, KABAR NIAS — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yambise berjanji akan segera mengunjungi Kepulauan Nias pada minggu ketiga Februari 2019 guna meluncurkan sejumlah program pemberdayaan perempuan dan anak di lima kabupaten/kota yang ada di Pulau Nias. Ia juga mengimbau agar paralel dengan perjuangan Provinsi Kepulauan Nias, penyiapan sumber daya manusia harus dilakukan mulai dari sekarang.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Yohana Yambise saat menerima rombongan Badan Persiapan Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias (BPP-PKN) di rumah dinasnya di Jalan Denpasar Raya Blok C3, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (15/1/2019).

“Saya ingin sekali ke Pulau Nias. Semoga pada bulan Februari ini terwujud. Saya banyak sekali memberikan penghargaan di daerah-daerah yang ramah anak, ramah terhadap perempuan, tetapi saya sama sekali belum pernah melihat Nias. Ada banyak sekali program yang bisa kita lakukan. Nanti akan ada staf yang akan berkoordinasi dalam kunjungan ke Pulau Nias ini,” ujar Yohana.

Menteri PPPA Yohana Yambise menerima bola nafo dari Esther Glorian Telaumbanua, panasihat BPP-PKN, yang juga Wakil Ketua Tim Teknis BPP-PKN.

Menteri Yohana berpesan agar masyarakat Nias, terutama kaum perempuan tetap bangkit dan menggunakan potensi karena mereka adalah aset yang penting sekali untuk membangun Nias bersama-sama dengan kaum lelaki. Jangan lagi ada kekerasan yang terjadi terhadap perempuan dan juga kepada anak.

“Mari kita bersama-sama memberdayakan kaum perempuan, meningkatkan kemampuan mereka di segala bidang dan memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anak dan hak-hak mereka dipenuhi. Jangan lagi ada pernikahan usia anak karena itu adalah satu kejahatan luar biasa terhadap hak-hak anak yang harus dihindari,” kata Yohana.

Salam Ono Niha untuk Pak Jokowi

Ketua Umum BPP-PKN Mayjen TNI (Purn) Drs Christian Zebua, MM, yang datang bersama sejumlah pengurus BPP-PKN Perwakilan Jakarta, menyatakan bahwa sebuah kehormatan jika Menteri Yohana Yambise bisa datang ke Kepulauan Nias. “Kami akan segera berkoordinasi juga dengan Forkada agar bisa mempersiapkan diri. Dengan datang ke Kepulauan Nias, maka Ibu Menteri bisa bercerita kepada Pak Jokowi soal kondisi Nias sebenarnya dengan berbagai potensinya sehingga tidak lagi ragu untuk memberikan kesempatan bagi Kepulauan Nias untuk mengelola diri sendiri menjadi provinsi,” kata mantan Pangdam Cenderawasih/XVII, Papua, itu.

Christian dalam kesempatan itu menceritakan kondisi Nias yang hampir sama dengan Papua, karena sama-sama menjadi daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.

“Saya sudah keliling seluruh tanah Papua dan tidak jauh berbeda dengan Kepulauan Nias. Jika Papua disebut ‘Surga yang turun ke bumi’, maka Nias adalah ‘surga di tengah samudra raya’. Ibu Menteri jika ada kesempatan, tolong bicarakan ini ke Pak Jokowi. Papua di timur, Nias di barat sebagai etalase NKRI. Kami sudah siap menjadi provinsi. Dukungan dari Ibu Menteri sangat bermanfaat bagi perjuangan kami,” ujarnya.

Yohana mengapresiasi dan berjanji akan terus membicarakan ini kepada Pak Presiden Joko Widodo. “Sama kita, Papua juga sedang menginginkan agar daerah-daerah di gunung sana bisa dibangun dengan cara menjadi provinsi sendiri. Nias juga perlu diberi kesempatan untuk bisa membangun daerahnya sendiri. Terus berjuang, jangan patah semangat. Yang paling penting, persiapkan SDM. Itu kunci kemajuan. Papua juga terkendala itu,” kata Yohana.