Menunggu Gebrakan Pemerintahan Baru di Pulau Nias

0
652

JW-iconOleh Iman Jaya Berkat Harefa
Mahasiswa sarjana sosiologi fisip USU. Aktivis Organisasi Gema Nias, Tinggal di Medan


Seperti halnya sebuah mimpi indah fantastis mungkin saja pernah dialami oleh semua orang di dalam hidupnya yang mengharapkan agar seluk-beluk kehidupan yang dijalani ke depannya agar lebih baik lagi. Bahkan, tidak jarang juga ada orang yang memercayai fatalisme, hidup ini tidak perlu bermimpi jauh, tetapi nasib kehidupan seseorang telah ditentukan sang pencipta sesuai dengan porsi masing-masing.

Iman Jaya Berkat Harefa
Iman Jaya Berkat Harefa

Begitu juga halnya dengan keadaan dan kondisi Pulau Nias yang masih berada dalam cengkeraman keterpurukan serta ketertinggalan yang amat jauh jika berbanding dengan daerah-daerah lain di wilayah Sumatera utara.

Masyarakat Nias mempunyai mimpi fantastis untuk daerahnya yang mereka percayakan kepada kepala daerah yang telah terpilih pada 9 Desember 2015 untuk mewujudkan dan merealisasikannya. Begitu pun tidak ketinggalan para kepala daerah yang maju dan terpilih pada pilkada bulan lalu memiliki visi-misi amat menggiurkan hati masyarakat yang seolah sama serta searah dengan apa yang selama ini diharapkan masyarakat dalam mimpi indah fantastis mereka.

Masyarakat Nias yang tak kunjung sabar menanti pelantikan pemimpin baru dan ingin menyaksikan secepatnya mereka yang terpilih untuk mulai melakukan tahap demi tahap realisasi janji politik yang telah disampaikan pada kampanye damai bulan lalu. Artinya, sesudah pemilihan kepala daerah, ranah politik lokal mestinya lekas bangkit menjadi arena pemerintahan yang mulai untuk bekerja.

Catatan penting bahwa kepala daerah terpilih memasuki tahap awal untuk mulai mengerjakan visi-misi, program, hingga janji kampanye berkonversi pada aksi kampanye damai pada bulan yang lalu, sungguh penantian yang tak sabar bagi kepala daerah terpilih dan masyarakat Pulau Nias saat ini.

Kendati demikian, tak dapat dimungkiri jika tak banyak indikator positif berpihak dan sejalan dengan mereka yang terpilih. Bagi mereka yang baru pertama memimpin terlepas dari pengalaman sebelumnya memulai babak baru untuk membangun relasi maupun pendekatan antara daerah dan pusat maupun sebaliknya.

Kepemimpinan Imajinatif dan Partisipatif

Membaca harapan besar masyarakat, penulis melihat pemimpin yang hendak dilantik dalam mewujudkan mimpi fantastis masyarakat Nias bukan hanya cakap mengelola birokrasi, memobilisasi massa, memimpin partai, populis, memiliki pengetahuan luas, atau hanya pandai membangun citra dan keterampilan beretorika saja, melainkan pemimpin baru hendak memiliki imajinasi kuat yang membuka hijab masa depan dan mengubah kemustahilan menjadi kemungkinan.

Berbeda dengan kepemimpinan partisipatif yang mungkin bisa menjadi kekuatan mutlak bagi mereka penguasa roda pemerintahan di mana model kepemimpinan ini lebih ke pemberdayaan masyarakat. Dengan begitu pemimpin perlu melihat dan menganggap bahwa masyarakat sebagai dasar atau konstituennya memiliki kekuatan unik dan khas di dalamnya.

Perlu penekanan lagi bahwa pemimpin baru harus menjadikan masyarakat sebagai subyektivitas dari kepemimpinanya, pemimpin juga harus rajin berdialog kepada masyarakat sehingga terjadilah keseimbangan (equilibrium) dalam mengeluarkan setiap kebijakan dan program kerja jangka pendek serta jangka panjang yang prorakyat.

Pemimpin Baru Solusi Baru

Penerapan sikap kepemimpinan imajinatif yang akan mengubah kemustahilan menjadi kemungkinan harus diadopsi mereka yang sebentar lagi berkuasa untuk menjawab permasalahan sosial, ekonomi, budaya, paradigma dan sebagainya di Pulau Nias.

Diperlukan keberanian melakukan terobosan-terobosan baru yang menyangkut kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Nias yang telah terurai dalam mimpi fantastis rakyat Nias selama ini.

Penulis pun berpikir, pelantikan kepala daerah baru empat kabupaten satu kota akan memulai sejarah baru fantastis untuk mengubah wajah Nias lama menjadi wajah Nias baru yang di mana sebentar lagi wajah Nias lama dengan status quo-nya seperti kemiskinan, kemeralatan, dan ketertinggalan dalam segala bidang kehidupan akan segera berakhir karena ada solusi-solusi terbarukan dari mereka yang akan memimpin Pulau Nias lima tahun ke depan.

Karena itu, tidak salah lagi wajah Nias baru menginginkan mimpi fantastis mereka terwujud untuk sebuah perubahan progresif yang bertanggung jawab kepada pulau tercinta “Tanö niha” yang tidak lari sasarannya adalah seluruh tatanan kehidupan masyarakat Pulau Nias tanpa terkecuali.

Penulis juga menyemangati para pemimpin baru agar pada masa pemerintahannya bukan tidak mungkin melakukan investasi perubahan Nias menjadi provinsi kepulaun Nias yang harus diawali dari sekarang.

Empat kabupaten satu kota tidak boleh berjalan sendiri, seperti halnya ajaran Bung Karno “kuat karena bersatu, bersatu karena kuat”. Hendak ajaran pendiri bangsa ini bisa menjadi motivasi tersendiri bagi pemimpin baru, eksekutif dan legislatif, serta semua elemen masyarakat untuk membangun Nias yang lebih fantastis.

Oleh karena itu, restu rakyat Nias bulat untuk pemimpin barunya, sekali lagi tidak boleh berjalan sendiri kita memang memerlukan konkurensi setiap daerah, baik kabupaten maupun kota, tetapi lebih baik lagi berkolaborasi demi perubahan Nias yang koinsidensi dan fantastis sehingga slogan “Membangun Nias Raya” dengan kesadaran sense of belonging untuk memperbarui Pulau Nias, maka sebuah keharusan Kota Gunungsitoli, Kabupaten Nias (induk), Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Nias Utara, dan Kabupaten Nias selatan menjadi garda terdepan untuk bekerja bersama dan sebagai fondasi pembangunan Pulau Nias yang lebih baik dan bermartabat di mata dunia. [Kontak penulis di: E-mail: imanjb24@gmail.com]


Mahasiswa lewat rubrik Suara Mahasiswa dan Guru-guru TK, SD, hingga SMP dan SMA/SMK lewat Ruang Guru  bisa menyuarakan pandangan/opininya. Kami tunggu partisipasi Anda. | Klik disini • Penyangkalan Jurnalisme Warga