EDITORIAL

Peserta UN di Nias Jangan Menyerah

0
583
Sejumlah siswa tengah mengerjakaan soal-soal Ujian Nasional dengan menggunakan Komputer atau Computer Based Test (CBT). —Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Pemadaman listrik sejak Jumat (1/4/2016) malam di Pulau Nias hendaknya tidak mematahkan semangat adik-adik siswa SMA/SMK sederajat yang mulai pagi ini, Senin, hingga Rabu mengikuti Ujian Nasional (UN).

Kita merasa prihatin atas kondisi PT PLN (Persero) di Pulau Nias yang harus memadamkan listrik. Pemutusan arus listrik itu dilakukan dua vendor penyewaan PLTD, yakni milik American Power Rental Indonesia dan PT Kutilang Paksi Mas, karena PT PLN menunggak sewa hingga Rp 70 miliar.

Bisa dibayangkan, adik-adik peserta UN tidak bisa mendapatkan penerangan yang memadai pada malam hari untuk belajar. Belum lagi dengan tidak mengalirnya air bersih dari perusahaan air minum (PAM) milik Kabupaten Nias sehingga warga kewalahan untuk bisa melangsungkan kegiatan mandi, cuci, kakus (MCK).

Dalam kondisi serba susah ini, kita mendorong adik-adik peserta UN untuk tidak patah semangat. Persiapan UN tentu sudah berlangsung jauh-jauh hari. Gunakanlah kesempatan di siang hari untuk bersiap menghadapi UN. Ketika malam tiba, siapkan lampu minyak tanah atau lilin untuk penerangan membantu adik-adik belajar. Kita anjurkan untuk belajar pada dini hari sehingga pikiran menjadi lebih segar.

Kita harapkan adik-adik peserta UN bisa mengatasi stres sebagai dampak pemadaman listrik ini. Bayangkan, bahwa kondisi ini juga pernah dialami oleh orang tua kita ketika Pulau Nias belum sepenuhnya dialiri listrik, tetapi toh mereka bisa berhasil. Orang-orang Nias yang sukses saat ini bisa jadi kondisi mereka saat belajar begitu keras dan sulit ketimbang kesulitan yang adik-adik alami saat ini.

Kesuksesan adik-adik menghadapi UN ini tidak ditentukan oleh padamnya listrik. Penentuan sukses tidak suksesnya adik-adik sangat ditentukan bagaimana adik-adik bersiap dan fokus mengerjakan setiap soal dengan baik. Pikiran yang fokus hanya bisa diperoleh ketika adik-adik bisa menguasai diri dan memiliki tekad yang kuat bahwa adik-adik bisa mengerjakan soal UN.

Para orangtua, keluarga, dan guru serta teman-teman sebaya menjadi sumber motivasi adik-adik dalam menghadapi UN ini. Mengutip Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, para orangtua hendaknya bisa memberikan dukungan moral kepada anak-anak mereka agar tidak stres dalam menghadapi UN.  Para orangtua harus menciptakan kondisi yang kondusif di rumah dan tidak membuat suasana tegang sehingga anak-anak makin stres. UN ini adalah ini ujian normal.

Kepada para penyelenggara juga Mendikbud meminta agar menjaga integritas agar pelaksanaan UN berjalan dengan baik sebagaimana mestinya. Kita berharap sekolah atau pihak mana pun tidak gegabah mengiming-imingi membantu peserta UN dengan membocorkan kunci jawaban. Biarkan adik-adik kita mengerjakan UN dengan kemampuan mereka sendiri. Toh, syarat kelulusan tidak hanya berdasarkan hasil UN semata.

Sekali lagi, kita ucapkan selamat kepada adik-adik peserta UN, tetap semangat dan tetap jujur. Seperti disampaikan oleh Presiden RI Joko Widodo, adik-adik harus konsentrasi belajar dan berani jujur. Ingat kejujuran adalah mata uang yang berlaku di mana-mana.

BAGIKAN
Berita sebelumyaKami Mau Merdeka dari Kegelapan, Pak Jokowi!
Berita berikutnyaPengalaman Pertama Merayakan Paskah di Kota Roma
Apolonius Lase
Lahir di Desa Hiligara, Kecamatan Gunungsitoli Selatan, Kota Gunungsitoli. Saat ini berdomisili di Jakarta. Bekerja di harian Kompas sejak 1996. Menyukai hal-hal tentang bahasa, termasuk bahasa Nias. Sebuah kamus, "Kamus Li Niha (Nias Indonesia)" telah diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas (2011). Menulis dan menyunting beberapa buku biografi. Menjadi narasumber di beberapa diskusi, lokakarya, dan seminar terkait kebahasaan dan jurnalistik. | Twitter: @apollolase; E-mail: apollolase@gmail.com