APA DAN SIAPA

O’ö Zebua: Saya Lagi Galau dan Prihatin

2
1912

Siapa yang tidak kenal dengan O’ö Zebua? Dia adalah artis penyanyi dan pencipta lagu Nias yang cukup produktif. Kini ia mengaku galau dan prihatin. Kegalauan dan keprihatinanya bukan tak punya sebab. Ia prihatin dengan kurangnya apresiasi Ono Niha terhadap hasil karya para seniman Nias.

“Saya benar-benar lagi galau dan prihatin. Stagnasi produksi lagu Nias terletak pada kurangnya apresiasi dari masyarakat Nias sendiri. Justru banyak yang memilih mengopi daripada beli CD/VCD/DVD asli. Di samping karya-karya seniman kita terkesan juga kurang bermutu,” kata pria bernama lengkap O’öziduhu Zebua kelahiran Gunungsitoli, 29 Agustus 1971, ini.

Suami dari Margareta S. Telaumbanua yang populer lewat album Kefe Firö (1996) dan album Furai 5 (2009) ini kini tengah sibuk menggarap sebuah album yang akan diluncurkan sekitar pertengahan November 2015.

“Lagu-lagu yang saya ciptakan ini sarat dengan pesan moral lewat lirik amaedola. Penyanyinya adalah Trio Nagoyo Manase dengan personel Walman Lase, Aman Lase, dan Alvin Harefa,” ujar penyanyi lagu “Howu-Howu Zatua” karya Piet Harefa (seperti di video di bawah ini) kepada Kabar Nias, Selasa (20/10/2015).

Album yang tengah dalam pengambilan gambar untuk klip video di sejumlah tempat pariwisata ternama di Nias ini diarsiteki sendiri oleh O’ö Zebua.

“Selain menciptakan lagu, saya juga melatih, menata vokal, dan menggarap klip video ini. Kita juga ada misi memperkenalkan panorama dan keindahan Nias,” katanya sambil berharap masyarakat Nias mengapresiasi dengan menyisihkan sedikit uang membeli DVD asli bukan bajakan.

12047321_1049712348380809_1825017436_n

Menurut dia, jika Ono Niha mengapresiasi produk kebudayaan dan kesenian hasil karya orang Nias sendiri, artinya masyarakat Nias itu sudah ikut melestarikan dan menjaga budaya dan keseniannya sendiri.

“Para seniman Nias ini tentu perlu hidup lewat karya-karya mereka. Namun, jika tidak dihargai, kurang diapresiasi, bagaimana mereka bisa berkembang untuk lebih berproduksi lagi,” ujar pengarang lagu “Na Khöu Alua Da’ö” yang dinyanyikan oleh penyanyi asal Karo, Nova Pandia dan cukup populer di jejaring sosial Youtube itu.

Baca juga:  Batu Moi Menangi Kontes Kategori Motif Huruf

Selain perlunya apresiasi terhadap karya budaya dan kesenian, O’ö juga mendukung wacana pembentukan asosiasi atau semacam paguyuban para artis penyanyi dan pencipta lagu serta pegiat kesenian lainnya di Pulau Nias.

“Dengan adanya wadah itu, para penyanyi, pencipta lagu, dan pelaku kesenian lainnya bisa bersuara menyampaikan aspirasi di samping bisa menjadi wadah untuk saling mengasah diri,” ujar pencipta lagu “Data’erai Mbongida” yang menjadi lagu lomba vocal group dalam rangka Perayaan Yubilium BNKP 150 Tahun Injil di Nias 2015 itu.

Selain itu, pemerintah daerah juga harus turut memfasilitasi kegiatan seni melalui acara-acara yang digarap berkualitas.

Kita tunggu karya album baru garapannya, Bro! [knc01r]


Apolonius Lase
Lahir di Desa Hiligara, Kecamatan Gunungsitoli Selatan, Kota Gunungsitoli. Saat ini berdomisili di Jakarta. Bekerja di harian Kompas sejak 1996. Menyukai hal-hal tentang bahasa, termasuk bahasa Nias. Sebuah kamus, "Kamus Li Niha (Nias Indonesia)" telah diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas (2011). Menulis dan menyunting beberapa buku biografi. Menjadi narasumber di beberapa diskusi, lokakarya, dan seminar terkait kebahasaan dan jurnalistik. | Twitter: @apollolase; E-mail: apollolase@gmail.com
BAGIKAN
Berita sebelumyaInilah Rincian Hukum Adat yang Dibayarkan Yanto
Berita berikutnyaBayangan SARA dan Politisasi dalam Kasus Yanto-Mawar
  • Yaahowu …. Untuk Bang @O'o Zebua, jangan Galau lah bang, ….

  • Visi Gea

    Saya mmg kurang tertarik beli cd nias, alasannya karna kualitas video Nias masih standard sehingga kurang puas untuk menikmati video tersebut, saran saya kualitas videonya di buat full HD . Supaya yg membeli cd nya kelak puas, shgl