Menyibak Keindahan Tersembunyi Air Terjun Samiri

2
1499
Air Terjun Samiri dari balik pepohonan. | Foto: Anoverlis Hulu

Kami nyaris menyerah ketika tujuan yang kami kunjungi belum juga terlihat. Dua jam di atas kendaraan roda dua ditambah berjalan kaki selama jam yang sama. Medan yang ditempuh juga tidak main-main. Melewati perkebunan karet dan coklat, mendaki dan menuruni lembah yang curam membuat tenaga terkuras habis.

Waktu itu sudah pukul 4 sore. Kami berniat berbalik arah, pulang. Takut kemalaman di jalan. Akan tetapi, seorang dari kami meyakinkan bahwa perjalanan ini tidak boleh sia-sia. Itulah yang membuat kami kembali memantapkan langkah walau sudah mulai mengeluh sedikit. Misi kami adalah mencari Air Terjun Samiri.

Sejak tadi rombongan anak-anak desa setempat yang memandu kami berteriak ’sudah dekat’. Tapi arti ’sudah dekat’ itu ternyata tidak sama seperti yang ada dalam pikiran saya. Apa betul di sini ada air terjun?

”Kurang tahu juga, Kak! Setahu saya perjalanannya sekitar setengah hari!” jawab seorang anak saat saya tanyakan lagi. Benar-benar membingungkan! Ketidakmampuan mereka dalam menentukan jarak ’kilometer’ dan waktu ’jam’ membuat saya semakin pesimistis. Bagaimana saya bisa tahu jauhnya perjalanan yang kami tempuh?

Mungkin saja kami terlalu nekat. Alasannya pertama, kami hanya dibekali setitik informasi dari Facebook teman. Yang penting, lokasinya ada di Desa Samiri, Kecamatan Lõlõwa’u, Kabupaten Nias Selatan.

Kedua, ini adalah perjalanan pertama kami di daerah ini sehingga tak seorang pun yang kami kenal. Berkali-kali kami harus bertanya kepada masyarakat tentang lokasinya. Berkali-kali pula kami mendapat jawaban yang sama, ’sudah dekat’. Ketiga, kami berjalan di tengah cuaca hujan. Untung saja bekal makanan dan minuman sudah kami persiapkan sebelumnya. Kalau tidak, entah apa jadinya tubuh kami dalam 4 jam perjalanan itu.

”Masih jauh, dek?” tanya saya tak sabar. Napas sudah terengah-engah, kaki mulai bergetar.

”Tidak, kak!” jawab salah seorang di antara mereka. Beberapa di antaranya berbahasa Nias, mengungkapkan keheranan karena kami selemah itu.

Saya hanya tersenyum. Mungkin mereka mengira kami tak mendengar pembicaraan itu. Sudah kepalang tanggung, kaki yang mulai terasa berat tetap saja diayun untuk melangkah.

Biasanya di setiap lokasi air terjun yang saya kunjungi, gemuruh air menjadi salah satu tanda-tanda. Tapi, ini tidak. Yang terlihat hanya pemandangan bukit-bukit hijau dan pohon karet. Pemandangan itu cukup menghibur. Tapi sayang, kami tak berani berfoto karena jalan yang kami lalui adalah bukit terjal. Sesekali kami harus jongkok atau meletakkan kaki satu per satu mencari pijakan yang aman. Namun, sekali lagi, walau ingin menyerah, perjalanan ini harus dituntaskan.

Baca juga:  Museum Pusaka Nias Butuhkan Dana Partisipasi Masyarakat
Air Terjun Samiri 1
Air bening dan sejuk menghilangkan semua lelah yang ada. | Foto: Anoverlis Hulu

Pertanyaan itu akhirnya terjawab sudah saat kami tiba di Air Terjun Samiri. Pantas saja suaranya tak terdengar. Rupanya airnya tidaklah sederas air terjun kebanyakan. Namun, ia hadir dengan nuansa yang berbeda.

Mungkin kami memang harus banyak mengeksplor air terjun yang ada di Pulau Nias. Sebab, dari beberapa yang ada, seperti Air Terjun Onowaembo, Bahondra dan Humogo yang ada di Gunungsitoli, Air Terjun Mo’ambõlõ di Kabupaten Nias, Air Terjun Luahandroi dan Helewuti Bohoya di Kabupaten Nias Utara, serta Air Terjun Helawowõ yang ada di Gomo, Nias Selatan, masing-masing punya keunikan tersendiri (informasi lengkap baca www.nias-bangkit.com).

Kami terpana bukan hanya karena keunikannya, tetapi karena keindahannya. Air terjun yang katanya mirip dengan Air Terjum Lembah Harau di Sumatera Barat ini memang tidak terlalu tinggi, sekitar 15 meter. Namun, air yang mengalir begitu jernih. Selain itu, aliran airnya membentuk sungai selebar 6 meter dengan batuan besar khas sungai. Sungai yang cukup panjang ini mengalir menuruni lembah hingga menjadi sebuah pemandangan yang menarik lainnya. Sungai ini bisa dijadikan sebagai alternatif jalan pulang, tetapi harus berhati-hati karena medannya yang menurun dan batuannya yang sangat licin.

Seandainya ada yang berminat bertualang atau berkemah, lokasi Air Terjun Samiri ini sangatlah tepat. Tersembunyi di dalam hutan, dengan suasana asri, sejuk, dan medan yang menantang bisa menjadi pilihan bagi mereka yang ingin menguji fisik untuk menuju ke potensi wisata yang belum terekspos ini.

Hanya satu hal yang perlu diingat, mengingat perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan, persiapkan bekal yang cukup, baik makanan maupun minuman.

Kemudian, jangan sesekali enggan bertanya kepada penduduk setempat agar tidak tersesat. Meski lokasinya terpencil, tetapi sangat aman untuk didatangi. Penduduknya dengan ramah akan bersedia mengantarkan pengunjung ke lokasi itu. Dijamin, pengalaman yang didapatkan tidak akan terlupakan.

  • iman harefa

    Klo memungkinkan saat meliput tempat2 indah seperti ini dapat melibatkan komunitas2 sosial yang ada di pulau nias, misalnya komunitas fotografi, pecinta alam dll. hal seperti itu selain dapat meningkatkan hubungan antara kru kabar nias dgn komunitas2 tersebut juga sekaligus menjadi ajang kampanye lokasi yang menarik untuk jadi tempat wisata. Saohagolò, Ya'ahowu.

    • Putra Tanhar

      saya juga demikian, moga bisa berbaur dan selalu bersama…salam.