KEPARIWISATAAN

Kontes Surfing Nias Selatan Open Kembali Digelar, 25-28 Juli

0
52

TELUKDALAM, KABAR NIAS — Guna menggenjot jumlah kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, Pemerintah Kabupaten Nias Selatan menggelar sejumlah kegiatan, yakni Nias Selatan Open Surfing Contest 2017 (NSOSC 2017) serta Festival Lagu Daerah, Budaya, dan Tradisi Kabupaten Nias Selatan pada 25-28 Juli 2017. Kegiatan ini dilaksanakan sekaligus memeriahkan peringatan Hari Jadi Ke-14 Kabupaten Nias Selatan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Nias Selatan Anggreani Dachi, lewat rilis pers yang diterima redaksi, menyampaikan bahwa NSOSC 2017 yang berhadiah total Rp 87 juta ini digelar bekerja sama dengan Asosiasi Peselancar Nias Selatan (APNS).

“Berhubung karena memang ombak lagi tinggi-tingginya, khususnya di Pantai Sorake, kami akan melaksanakan lomba selancar atau surfing yang terbuka bagi peselancar lokal dan mancanegara. Tentu, tujuan besarnya adalah meningkatkan jumlah kunjungan wisata, baik lokal maupun mancanegara, ke Nias Selatan,” ujar Anggreani.

Menurut Anggreani, kegiatan ini akan diadakan secara reguler setiap tahun sehingga para pencinta selancar serta wisatawan dari seluruh dunia bisa menikmati keindahan alam di Nias Selatan. Terakhir, lomba sejenis dilakukan tahun lalu pada pelaksanaan Pesta Ya’ahowu 2016.

Ombak di Pantai Sorake, Nias Selatan —Foto: Dollin Wau

Tiga Kategori

Panitia NSOSC 2017 Dollin Wau (Ketua APNS) menyampaikan bahwa lomba surfing Nias Selatan Open ini terbagi dalam tiga kategori, yaitu kategori pria (man division) dengan usia 16 tahun ke atas diperbarui, menjadi tanpa batasan usia); kategori wanita (woman division) 16 tahun ke atas tanpa batasan usia. Sementara untuk kategori campuran (grommet) usia 9-15 tahun.

Menurut Dollin, kontes ini terbuka untuk umum, baik dari peselancar lokal maupun dari luar. Peselancar lokal sangat baik memanfaatkan ajang ini untuk meningkatkan pengetahuan berselancar sehingga kelak bisa berkompetisi di tingkat nasional dan internasional.

“Nias Selatan Open Surfing Contest ini dimaksudkan untuk menggali potensi generasi muda Nias, khususnya Nias Selatan, menjadi kader peselancar yang kompetitif di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Dollin kepada Kabar Nias, Minggu (2/7/2017).

Ia mengimbau generasi muda pencinta selancar yang ada di seluruh Nias ikut lomba ini sehingga bisa mendapatkan pengalaman dari peselancar senior dan profesional dari seluruh dunia.

Peserta yang ingin ikut kontes NSOSC 2017 ini dipersilakan mendaftarkan diri dengan mengeklik microsite NSOSC 2017 atau datang langsung ke Sekretariat NSOSC 2017 
Dolin Inn, Pantai Sorake, Nias Selatan, Sumatera Utara. Peserta wajib membayar uang pendaftaran sebesar Rp 200.000. Pendaftaran mulai dibuka Senin (3/7/2017) dan berakhir pada Minggu (23/7/2017).

Diingatkan Dollin, setiap peserta wajib menyerahkan lembaran pernyataan yang didapatkan lewat e-mail dan sudah ditandatangani kepada panitia saat mendaftar ulang pada Senin, 24 Juli. Khusus untuk grommet division, lembaran pernyataan wajib ditandatangani orangtua dengan dilengkapi meterai Rp 6.000.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi panitia dengan e-mail: disbudparpora.nisel@gmail.com; lewat HP Kepala Seksi Pembudidayaan Olahraga Harmoni Fau 0823-67192633; Dolin Inn HP: 0813-97303764.

Festival Budaya

Selain lomba surfing, ditambahkan Anggreani, pihaknya juga akan menggelar festival budaya dengan menyuguhkan atraksi, seperti fataele, tari perang, famadaya harimo, lompat batu, tari moyo, dan fataelusa.

Berbagai tradisi yang merupakan warisan leluhur Nias Selatan ini diharapkan akan membangkitkan semangat dan rasa cinta serta kebanggaan terhadap budaya sendiri.

“Atraksi budaya leluhur ini harus terus kita lestarikan. Untuk itu, kami mengundang seluruh masyarakat untuk datang untuk menyaksikan festival ini sambil mensyukuri hari jadi ke-14 Kabupaten Nias Selatan,” kata Anggreani kepada Kabar Nias.

Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Nias Selatan terus berupaya dan serius memajukan sektor pariwisatanya. Pembenahan sarana dan prasarana di setiap destinasi wisata, seperti desa tradisional Bawömataluo, situs megalit di Gomo, pesona bahari Kepulauan Batu, dan Pantai Sorake, terus dilakukan untuk membuat wisatawan nyaman dan puas sehingga bisa datang kembali.