PARIWISATA

Kedutaan Besar Australia: Nias, Pulau yang Nyaman Dikunjungi

0
261
Perwakilan dari Duta Besar Australia untuk Indonesia, Bradley Armstrong, berbincang dengan wartawan lokal di Pulau Nias di Hotel Miga Beach, Jalan Diponegoro, Kota Gunungsitoli, Jumat (20/1/2017). —Foto: Kabarnias.com/Onlyhu Ndraha

GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS – Kepulauan Nias dengan keindahan pantai, wisata budaya yang unik, dan masyarakat yang ramah, adalah pulau yang aman dan nyaman untuk dikunjungi oleh para wisatawan mancanegara. Terus mengembangkan potensi yang ada, mengemas secara profesional, dengan promosi yang baik, pariwisata di Nias akan terus bisa bersaing dengan daerah lain.

Hal itu dikemukakan oleh Kepala Bagian Politik dan Diplomasi Publik Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia, Bradley Armstrong, yang berbincang-bincang dengan sejumlah wartawan media lokal kepulauan Nias di kompleks Hotel Miga Beach, Jalan Diponegoro, Kota Gunungsitoli, Jumat (20/1/2017).

“Saya merekomendasikan kepada masyarakat Australia bahwa Nias cukup baik untuk dikunjungi. Selama beberapa hari di Nias, saya menikmati makanan lokal dengan lauk ikan yang segar,” kata Armstrong.

Disampaikan Armstrong, setiap tahun orang Australia yang berkunjung ke Indonesia mencapai satu juta orang. Lokasi utama yang dituju adalah Bali dan beberapa daerah lainnya. Sementara Pulau Nias hanya segelintir orang saja. Masa tinggal warga Australia di Indonesia rata-rata 10 hari.

“Jika setiap orang menghabiskan Rp 20 juta, bayangkan besarnya uang yang masuk di negara ini,” kata Armstrong.

Armstrong dan rombongan berada di Pulau Nias sejak hari Kamis. Mereka mengunjungi Desa Bawömataluo, Nias Selatan, dan menikmati suguhan atraksi lompat batu. Setelah itu, Armstrong mengunjungi lokasi kecelaaan helikopter RAN Sea King di Desa Tuindrao, Kecamatan Amandraya, Nias Selatan, 2 April 2005. Dalam kecelakaan itu, 9 personel pertahanan Australia meninggal karena helikopter yang mereka tumpangi terjatuh dalam misi penyaluran bantuan untuk korban gempa besar yang melanda Pulau Nias, 28 Maret 2005.

“Dalam kunjungan ini, Pemerintahan Australia juga sekaligus menyampaikan terima kasih kepada penduduk lokal atas jasa dan keberanian mereka dalam partisipasi menyelamatkan korban kecelakaan,” ujar Armstrong. Pada kecelakaan itu, dua personel pertahanan Australia selamat.

Perbincangan dengan para jurnalis lokal di kepulauan Nias, yang berlangsung santai dan informal, menurut Armstrong, bertujuan untuk saling berbagi saja dan menjalin hubungan silaturahim. Hal yang sama, kata Armstrong, juga dilakukan dengan daerah lain.

Dalam kesempatan itu, Armstrong menegaskan bahwa Pemerintah Australia tentu terus menjaga hubungan kerja sama bilateral dengan Indonesia di segala bidang. Ia mengatakan bahwa kunjungannya ke Nias ini akan menjadi bahan pertimbangan bagi warga Australia untuk tidak sungkan-sungkan datang berwisata ke pulau Nias yang indah.

Saat ditanya terkait kesannya setelah menginjakkan kaki di Pulau Nias, ia menyatakan bahwa ia sungguh terkesan. “Pulau ini sangat indah. Masyarakatnya banyak senyum,” ujarnya.

Namun, ia mengatakan, pemerintah setempat tentu memiliki rencana dan program-program dalam memublikasikan pariwisata Nias. “Indonesia itu luas dan daerah wisatanya cukup banyak. Jika tidak jemput bola. Pengunjung pasti tidak mengetahuinya,” ujarnya. [knc02w]

BAGIKAN
Berita sebelumyaPendidikan yang Membebaskan
Berita berikutnyaTingkatkan SDM, Pemkab Nias Selatan Kerja Sama dengan ITB
Onlyhu Ndraha
Reporter Kabar Nias di Kota Gunungsitoli. Lahir di Maliwa'a, 23 Februari 1983, di Desa Tagaule, Kecamatan Idanögawo, Kabupaten Nias. Pernah mengecap pendidikan di Jurusan Kimia USU, tetapi tidak lulus. Kini semester VI di STIE Pembnas Nias. Membela kepentingan publik dan orang yang lemah serta teraniaya adalah kewajiban hidupnya. Terus berbuat baik tanpa mengharapkan balasan adalah moto hidupnya.