PARIWISATA

Kapal Pesiar Caledonian Sky Singgah di Telukdalam, Perajin Senang

1
444
Para wisatawan mancanegara memilih berbagai suvenir hasil pekerjaan para perajin, Senin (17/10/2016). --Foto: Dokumentasi Hilarius Duha via Facebook

TELUKDALAM, KABAR NIAS — Kehadiran kapal pesiar Caledonian Sky dan singgah di Telukdalam membuat para perajin senang karena barang hasil pekerjaan tangan mereka dibeli oleh para turis.

Kepala Bidang Kepariwisataan Kabupaten Nias Selatan Anggreani Dachi menyatakan ke-96 wisatawan yang tiba di Pelabuhan Telukdalam terlihat sangat senang dan merasa takjub dengan penyambutan yang dipimpin langsung oleh Bupati Nias Selatan Hilarius Duha beserta Ketua Penggerak PKK Kabupaten Nias, Ny Hilarius Duha.

“Para wisatawan yang kebanyakan dari Inggris itu sangat antusias setelah menjejakkan kaki ke bumi Nias Selatan. Para perajin juga ikut senang dagangan berupa karya kerajinan tangan mereka dibeli para wisatawan yang rata-rata sudah berumur lanjut itu,” ujar Anggreani yang mengaku menerima pemberitahuan kedatangan Caledonian Sky sekitar seminggu sebelumnya.

Bupati Nias Selatan Hilarius Duha begitu menerima kedatangan para wisman langsung memutakhirkan informasi di akun halaman Facebook miliknya. Hilarius menulis bahwa dia sangat senang dengan kedatangan para wisatawan. Tak dinyana, postingan gambar-gambar penyambutan wisatawan Caledonian Sky tersebut pun viral dan mendapat respons positif yang begitu besar dari para netizen.

Para wisatawan disuguhi sejumlah atraksi di Pelabuhan Telukdalam setelah Bupati Hilarius Duha mengalungkan bunga ke pemimpin rombongan. Hilarius Duha berpesan kepada para tamu agar tidak kapok datang ke Nias Selatan.

“Kami berharap, Bapak/Ibu semua yang datang hari ini ke Nias Selatan bisa memberi tahu yang lain dan mengajak mereka datang ke tempat kami ini. Kami berjanji akan selalu menanti dan menyambut Anda semua dengan senang hati. Kami akan siapkan berbagai atraksi budaya dan kearifan lokal yang tidak ada duanya di bumi ini. Orisinalitas dan genuisitas ini yang membuat Nias Selatan dikenal di seluruh dunia. Indonesia bukan hanya Bali, melainkan Indonesia juga ada Nias,” kata Hilarius kepada para wisman.

Kapal pesiar Caledonian sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Ulee Lheu, Banda Aceh. Kapal ini membawa para turis yang terdiri dari 45 laki-laki dan 51 perempuan. Dari 96 wisatawan, 76 berasal dari Inggris. Sisanya berasal dari Australia 5 orang, Jerman 2 orang, Estonia 1 orang, Finlandia 1 orang, Indonesia 1 orang, Irlandia 1 orang, Romania 1 orang, Singapura 3 orang, Swedia 4 orang, dan Amerika Serikat 1 orang.

Setelah disambut di Pelabuhan Telukdalam, para wisatawan diantar menggunakan angkutan lokal berupa kendaraan pikap menuju desa budaya Bawömataluo, Fanayama. “Mereka senang naik mobil angkutan lokal. Kemudian, mereka juga senang banget disuguhi pisang,” kata Anggreani.

Kapal pesiar Caledonian Sky. Sumber: https://www.noble-caledonia.co.uk/
Kapal pesiar Caledonian Sky. Sumber: https://www.noble-caledonia.co.uk/

Sekitar pukul 13.00, para wisatawan naik ke Caledonian Sky dengan dibantu sekoci dari Pelabuhan Telukdalam. Karena kedalaman laut di Pelabuhan Telukdalam tidak memadai, Caledonian tidak bersandar ke pelabuhan. Selanjutnya, menurut rencana, kapal pesiar ini menuju Pulau Siberut, Mentawai, Sumatera Barat.

Sementara itu, Anggreani Dachi menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Nias Selatan akan berencana menambah kedalaman laut di Pelabuhan Telukdalam agar kapal pesiar seperti Caledonian Sky bisa bersandar langsung ke pelabuhan. [knc01r]

BAGIKAN
Berita sebelumyaNormalisasi Terbengkalai, Sungai Sohoya Meluap Lagi
Berita berikutnyaPerawat Tidak Tetap Nias Selatan Tuntut Pembayaran Gaji
Apolonius Lase

Lahir di Desa Hiligara, Kecamatan Gunungsitoli Selatan, Kota Gunungsitoli. Saat ini berdomisili di Jakarta. Bekerja di harian Kompas sejak 1996. Menyukai hal-hal tentang bahasa, termasuk bahasa Nias. Sebuah kamus, “Kamus Li Niha (Nias Indonesia)” telah diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas (2011). Menulis dan menyunting beberapa buku biografi. Menjadi narasumber di beberapa diskusi, lokakarya, dan seminar terkait kebahasaan dan jurnalistik. | Twitter: @apollolase; E-mail: apollolase@gmail.com

  • Apolonius Lase

    Setiap kedatangan para wisatawan, siapa pun, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, akan bisa berdampak pada warga setempat. Artinya, warga setempat harus kreatif dan mempersiapkan diri dengan berbagai macam barang dan jasa yang bisa dibeli oleh para wisatawan itu.