ORGANISASI PROFESI

Ketua Umum PP IWO Jodhi Yudono Segera Perkuat Struktur Organisasi

0
22
Jodhi Yudono. —Foto: Dokumen Pribadi

JAKARTA, KABAR NIAS — Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Wartawan Online (IWO), yang baru terpilih, Jodhi Yudono akan segera memperkuat struktur organisasi perkumpulan para wartawan media dalam jaringan itu dan dalam waktu dekat segera mengadakan pertemuan dengan Dewan Pers. Jodhi terpilih menggantikan Budhi Chandra.

Demikian siaran pers yang dikirimkan Pengurus Pusat IWO kepada Kabar Nias, Minggu (16/4/2017).

“Program awal IWO, selain menjalankan program yang sudah direncanakan, kami akan memperkuat struktur organisasi, terutama di Dewan Pembina, Penasihat dan Pengawas. Ada nama-nama yang akan saya ajak bicara untuk menduduki jabatan-jabatan tersebut. Di antaranya: Mohamad Sobary, mantan Direktur Antara; Ninok Leksono, Rektor UMN, mantan Komisioner Dewan Pers, dan wartawan senior Kompas; serta nama-nama lain yang kredibel,” kata Jodhi.

Jika kepengurusan tersebut sudah tertata, lanjut Jodhi, dia akan mengajak kawan-kawan untuk bertemu Stanley Ady Prasetyo yang sekarang menjabat Ketua Dewan Pers.

“Kita akan bersama-sama bertemu dengan Dewan Pers,” kata pria yang sudah 25 tahun mengabdi di Grup Kompas Gramedia dan sekarang menjadi editor di www.kompas.com ini.

IWO adalah organisasi profesi pers yang menaungi wartawan dan pemilik media daring (online) yang berdiri pada 8 Agustur 2012.

Dukungan

Salah satu inisiator dan pendiri Gerakan Kebajikan Pancasila Iman Partogi Hasilohan Sirait S.sn M.si memberikan dukungan dengan mengucapkan selamat atas terpilihnya Jodhi Yudono menjadi Ketua Umum IWO menggantikan Budhi Chandra karena kesibukannya mengajar di luar negeri.

“Selamat atas terpilihnya Ketua IWO yang baru. Sukses buat IWO. Semoga IWO bisa bermanfaat bagi semua lapisan masyarakat. Salam Pancasila,” kata Togi, sapaan akrab Iman Partogi Sirait, Minggu.

Seperti diketahui, Gerakan Kebajikan Pancasila secara resmi dideklarasikan di kediaman Sallahudin Wahid atau Gus Sholah Jalan Bangka Raya No 2C, Jakarta Selatan, pada Senin 7 Desember 2015 oleh lima orang yakni: Syafii Maarif, Sallahudin Wahid, Sabar Mangadoe, Saifullah Mashum, dan Iman Partogi Sirait. [kncr01]