Pengurus IPMN Bandung Dilantik dan Mulai Bekerja

0
2269

JW-iconOleh Yosef Noferianus Gea
Lokasi Bandung, Jawa Barat


Pengurus Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nias (IPMN) Bandung dilantik pada 22 Agustus 2015 di Wisma Dana Mulia, Jalan Pasteur No. 12 Bandung, Jawa Barat. Talimanö Telaumbanua, mahasiswa Universitas Komputer Indonesia, akan memimpin organisasi ini periode 2015-2017.

Pelantikan ini dilakukan oleh Badan Musyawarah (BM) IPMN yang diketuai oleh Ichtiar Testament Gea, mahasiswa Institut Teknologi Harapan Bangsa. Setelah pelantikan dirinya, Talman (sapaan Talimanö Telaumbanua) melantik sejumlah pengurus yang berasal dari berbagai kampus, yang ia percaya mampu mendukung dalam menjalankan dan memajukan IPMN.

Untuk diketahui, IPMN Bandung secara resmi terbentuk pada 8 April 1984. Organisasi ini dibentuk sebagai wadah penyaluran kreativitas dan ide bagi pelajar dan mahasiswa Nias di Bandung dengan beberapa tujuan, yaitu membina persatuan dan kesatuan, baik antara anggota maupun masyarakat pada umumnya; membina manusia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; membina anggotanya agar dinamis, kreatif, dan disiplin; membimbing dan menyalurkan cipta, karsa, dan karya anggota dalam rangka pengabdian kepada masyarakat dan pembangunan Nias khususnya, Bangsa Indonesia pada umumnya.

Pada tahun 1987 IPMN Bandung resmi terdaftar di Kantor Sosial Politik Kotamadya Tingkat II Bandung dengan nomor pendaftaran 99. Pada tahun tersebut juga disahkan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) IPMN oleh BM) IPMN Bandung dan sekitarnya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, pengurus IPMN Bandung periode 2015-2017 akan siap bekerja dengan melaksanakan berbagai program kerja sehingga organisasi ini bisa bermanfaat sesuai tujuan pembentukannya.

Talman dalam sambutannya menyampaikan, sebagai agen perubahan, setiap mahasiswa sudah seharusnya memiliki dua sikap utama, yaitu orientasi belajar (study oriented) dan orientasi berorganisasi (organization oriented).

“Kolaborasi kedua hal ini sangat penting, yakni selain fokus dalam menyelesaikan studi, seorang mahasiswa juga jangan sampai lupa untuk membangun kapasitas dalam berorganisasi agar bisa berkontribusi untuk membangun Nias dan Indonesia ke depannya,” ujarnya.

Melalui IPMN, kata Talman, pelajar dan mahasiswa Nias di Bandung, mampu menjadi wakil dari tatanan masyarakat sekaligus menjadi bagian representasi dari Nias. “Sebagai nahkoda yang dipercaya dalam organisasi ini, saya mengajak rekan-rekan semua untuk bersama-sama membangun diri, melatih diri, serta mengasah prestasi lewat kapal IPMN demi kemajuan daerah kita semua Nias dan untuk Indonesia.”

IPMN Harus Berdampak

Hadir dalam pelantikan tersebut para alumni IPMN Bandung, para tokoh pemuka agama, pemuka adat, pemuka masyarakat, para pengurus Paguyuban Masyarakat Nias (Pamanis), mahasiswa Nias dari berbagai kampus di Kota Bandung, serta beberapa organisasi lainnya yang turut diundang, seperti PMKRI Bandung, Ikatan Pelajar Mahasiswa Sulawesi Barat (IPMA Sulbar), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unikom, Ikatan Mahasiswa Nias (IMN)-Unpar, Himpunan Mahasiswa Nias (Himanis)-Stikes Immanuel.

Kolonel (TNI) Abdi Iman Sakti Zebua, salah seorang perwakilan dari alumni IPMN Bandung, dalam wejangannya mengharapkan setiap pelajar dan mahasiswa Nias yang tergabung dalam IPMN harus menunjukkan hasil yang berdampak bagi Nias.

“Sebagai generasi muda yang memiliki tanggung jawab untuk pembangunan Nias ke depan, anggota IPMN perlu melakukan tiga hal penting, yaitu takut akan Tuhan, terus menjaga semangat untuk belajar, dan jangan sesekali memelihara kesombongan,” ujarnya.

Abdi juga mengingatkan bahwa membangun Nias bisa di mana saja melalui berbagai hal yang sederhana, tetapi memberi dampak positif bagi Nias. Salah satunya adalah dengan mempersiapkan para pemimpin muda yang kelak membawa perubahan besar melalui kegiatan organisasi IPMN. “Membangun Nias tidak muluk-muluk harus kembali secara fisik ke Nias, dari mana saja, kita bisa melakukan sesuatu,” katanya.

Ia mengatakan, pelantikan pengurus IPMN ini sekaligus menjadi isyarat bagi generasi muda Nias, khususnya yang berada di Kota Bandung, untuk segera bangkit dan mulai bekerja serta membanggakan nama Nias melalui berbagai prestasi, karya dan kegiatan yang memberi dampak positif bagi masyarakat dan nama baik Nias.

Tidak ketinggalan dalam acara tersebut hadirin disuguhi tarian khas Nias, maena, tarian ya’ahowu serta tari fame afo yang dipentaskan oleh sejumlah mahasiswa.

 

Pengurus IPMN Bandung 2015-2017

  • Ketua: Talimanö Telaumbanua (mahasiswa Universitas Komputer Indonesia)
  • Sekretaris Jenderal: Eka Mayesti Hia (mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan)
  • Bendahara Umum: Dian Lestari Gulö (mahasiswa Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial)

Anggota:

  • Normalisanti Waruwu (Universitas Katolik Parahyangan)
  • Restu Purna Ewi Gea (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Immanuel)
  • Citra One delina Larosa (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Immanuel)
  • Niperlianus Waruwu (Universitas Al-Ghifari)
  • Jenis Jaya Waruwu (Institut Teknologi Bandung)
  • Faeri Grace Wahyuni Bohalima (Institut Teknologi Bandung)
  • Gracia Donata Telaumbanua (Universitas Kristen Maranatha)
  • Yosef Noferianus Gea (Universitas Katolik Parahyangan)
  • Dominika Dian Wahyuni Duha (Institut Teknologi Bandung)
  • Harlin Cahya Telaumbanua (Universitas Komputer Indonesia)
  • Kalfinus Masa Kini Gulö (Universitas Katolik Parahyangan)
  • Bartolomeus Metusala Gulö (Universitas Al-Ghifari)
  • Angandröwa Telaumbanua (Universitas Nasional Pasim)
  • Frisman Nonitehe Gea (Universitas Komputer Indonesia)
  • Kasirudin Waruwu (Politeknik Piksi Ganesha)
  • Seni Elinda Zai (Universitas Katolik Parahyangan)
  • Yafao Zai (Politeknik Piksi Ganesha)
  • Fransiska Manaö (Universitas Katolik Parahyangan)
  • David Luaha (Universitas Katolik Parahyangan)
  • Netty Alse Tresna Gulö (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Immanuel)
  • Fynus Waruwu (Politeknik Piksi Ganesha)
  • Jane Oibanitehenia Gulö (Institut Teknologi Bandung)
  • Denniska Halawa (Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial)
  • Fatimani Waruwu (Universitas Katolik Parahyangan)
  • Julius Putra Famohouni Harefa (Institut Teknologi Nasional)
  • Flora Agustine Gulö (Universitas Katolik Parahyangan)
  • Efris Magdalena Gulö (Universitas Katolik Parahyangan)
  • Reno Krisman Gea (Universitas Komputer Indonesia)
  • Adilman Saro Tötönafö Zendratö (Institut Teknologi Harapan Bangsa)
  • Andreas Nibenama Gea (Universitas Kristen Maranatha)
  • Arman Lömbu (Universitas Katolik Parahyangan)

Badan Musyawarah IPMN:

  • Ichtiar Testament Gea (Institut Tinggi Harapan Bangsa)
  • Herman Sonifati Buaya (Sekolah Tinggi Farmasi Bandung)
  • Inceria Daeli (Politeknik Piksi Ganesha)
  • Brian Harefa (Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial)
  • Ronald Sebastian Gulö (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tridharma)
  • Destianus Waruwu (Universitas Al-Ghifari)
  • Rais Indah Zendratö (Institut Teknologi Nasional)
  • Yudika Waruwu (Universitas Nurtanio)
  • Endi Pratama Sandroto (Universitas Pasundan)
  • Friderikus Hia (Universitas Katolik Parahyangan)
  • Suryani Gulö (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan)
  • Tulena Lahagu (Sekolah Tinggi Teologi)
  • Antonius Hia (Kampus Siliwangi)
  • Novita Löi (Universitas Jenderal Achmad Yani)
  • Imannuel Kurniawan Harefa (Universitas Kristen Maranatha)
  • Sandro Zebua (Universitas Komputer Indonesia)