POJOK SEHAT DR RIA

Perempuan Nias Mesti Peduli Kanker Leher Rahim

0
399
Ilustrasi: Jika ada gejala atau keluhan terkait alat kelamin, perempuan yang sudah menikah sebaiknya berkonsultasi ke dokter untuk mendeteksi kanker serviks.

Ringkasan:

  • "Pap smear" adalah salah satu cara mendeteksi secara dini penyakit kanker rahim (serviks).
  • BPJS menanggung biaya pap smear jika paserta terindikasi.
  • Jika ada keluhan sering keputihan, berbau, dan banyak, atau sakit saat berhubungan segera ke puskesmas.
  • Ada vaksin pencegahan kanker rahim, tapi belum ditanggung BPJS

Dear dr Ria,

Saya ingin bertanya terkait pap smear. Pemeriksaan ini sangat penting untuk menghindari kanker (leher) rahim atau sering dikenal dengan sebutan serviks. Mohon dr Ria bisa menjelaskan sedikit tentang pemeriksaan ini. Kemungkinan banyak perempuan, terutama di desa-desa yang ada di Pulau Nias, belum mengetahui apa pentingnya melakukan pap smear ini.

Kemudian, masyarakat juga banyak yang belum mengetahui, bagaimana caranya bisa mendapatkan pemeriksaan ini. Apakah ini bisa masuk yang ditanggung oleh BPJS atau tidak? Apakah setiap RSU, termasuk RSU Gunungsitoli, bisa melakukan pemeriksaan pap smear?

Terima kasih atas jawaban yang diberikan dr Ria.

Terima kasih, Yaahowu.

Dana Lase
Jakarta


PS-iconJawaban dr. Ria:

Terima kasih untuk pertanyaan yang sangat penting yang disampaikan kepada saya. Benar, pemeriksaan pap smear adalah salah satu cara mendeteksi secara dini penyakit kanker rahim atau sering dikenal dengan serviks. Setiap ibu yang sudah menikah boleh memeriksakan diri kepada dokter atau bidan yang ada di klinik-klinik secara rutin.

Kalau peserta BPJS, pasien bisa memeriksakan diri ke puskesmas terlebih dahulu secara gratis. Jika ada indikasi penyakit kanker rahim, bisa langsung dirujuk ke rumah sakit untuk menjalani pap smear. Hanya  yang berindikasi saja yang saat ini ditanggung oleh BPJS.

Memang ada rencana BPJS akan juga menanggung biaya pasien-pasien yang ingin memeriksakan diri saja, tetapi saat ini rencana itu masih belum terealisasi.

Baca juga:  Dinkes Kota Gunungsitoli Targetkan Seluruh Warga Miskin Terintegrasi Sebagai Peserta JKN-KIS Hingga Tahun 2019

Kalau untuk chek up rutin, saat ini belum ditanggulangi oleh BPJS. Kalau ada keluhan, misalnya, fluor albus (keputihan) yang sering dan berbau, atau volumenya banyak, atau kalau berhubungan dengan suami terasa sakit atau ada perdarahan tidak normal—di luar haid—itu bisa langsung ke puskesmas untuk memeriksakan diri dan biaya perobatan akan ditanggung oleh BPJS.

Periksa secara Berkala

Hendaknya setiap perempuan yang sudah menikah atau pernah berhubungan intim, baiknya memeriksakan diri secara berkala ke RS atau klinik, paling tidak sekali setahun  untuk mengetahui kesehatan rahimnya.

Pemeriksaan pap smear tidak perlu ditakuti karena pemeriksaannya tidak menyebabkan rasa sakit dan memerlukan waktu tidak lebih dari lima menit saja, yang diambil adalah getah/lendir yang ada di mulut rahim, dan diperiksakan ke dokter ahli patologi anatomi.

Semakin cepat terdeteksi, akan semakin cepat mendapatkan pengobatan. Penyebab kanker rahim secara pasti tidak diketahui sampai saat ini, seperti kanker-kanker lainnya. Akan tetapi, kanker rahim bisa disebabkan virus yang ada di alat kelamin dan dipengaruhi  dengan kondisi ibu yang menikah usia sangat muda, anak banyak (sering melahirkan), berganti-ganti pasangan, pengaruh hormonal, dan tidak menjaga kebersihan alat genitalnya.

Saat ini sudah ada vaksin untuk mencegah virus yang sering menyerang alat kelamin, diberikan kepada anak gadis (remaja), kita boleh berkonsultasi dengan dokter ahli kandungan untuk mendapatkannya. Vaksinasi ini, saat ini  belum ditampung di BPJS, harus memakai biaya sendiri.

Salam sehat Bu Dana

dr Ria Telaumbanua


Redaksi: Jika pembaca Kabar Nias punya keluhan atau pertanyaan tentang masalah kesehatan dan ingin konsultasi dengan dr Ria Novida Telaumbanua, silakan mengeklik FORMULIR INI. Dr Ria akan segera menjawab Anda.