ORGANISASI MAHASISWA

GMNI Cabang Nias: Mahasiswa Harus Kawal dan Amalkan Pancasila

0
527

GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS — Organisasi Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Nias merupakan organisasi nasional yang tetap mengawal Pancasila hingga titik darah terakhir. Sekarang ini ada banyak kalangan yang menginginkan perubahan dasar negara Indonesia itu. Untuk itu, perlu regenerasi yang dilakukan setiap komisariat GMNI yang ada di Pulau Nias.

Hal ini dikatakan Ketua Persatuan Alumni GMNI Cabang Nias Meiman Kristian Harefa saat menyampaikan arahan dan bimbingan pada pembukaan pekan penerimaan anggota baru (PPAB) GMNI Komisariat STIE Pembnas yang dilaksanakan di Gedung KNPI Nias Jl. Gomo No. 40 Kota Gunungsitoli, Sabtu (30/4/2016).

“Untuk diketahui bersama, GMNI ini merupakan salah satu organisasi yang tetap mengawal Pancasila yang sudah dicetuskan Bung Karno. Jika ada yang merongrong dasar negara itu, GMNI akan membela hingga titik darah penghabisan,” ujar Meiman.

Ancaman untuk mengubah Pancasila tidak hanya berasal dari dalam, tetapi juga dari luar negeri. Ini sejak dicetuskan Bung Karno 1 Juni 1945 di hadapan BPUPKI yang kemudian disahkan 18 Agustus 1945. Oleh karena itu, GMNI wajib melakukan regenerasi kepada mahasiswa baru untuk memberi pemahaman pentingnya membela dasar negara, Pancasila.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Bidang Politik Koordinator Daerah GMNI Provinsi Sumatera Utara Anötöna Larosa mengatakan, GMNI kini sudah berumur 62 tahun dan tetap melanjutkan cita-cita Bung Karno. Mahasiswa jangan hanya sibuk dengan kampus dan rumah. Kemerdekaan yang sudah diraih itu hanya merupakan jembatan meraih kesejahteraan masyarakat.

“Kalau dulu para pejuang rela memberi nyawa demi meraih kemerdekaan, mahasiswa sekarang harus mampu mempertahankan hingga akhir hayat,” kata Anötöna.

Sementara Komisariat GMNI STIE Pembnas Yaseroro Zendratö mengatakan, PPAB ini merupakan program GMNI untuk merekrut anggota baru. Pada proses pelatihan, mahasiswa akan dibimbing dan diarahkan cara berpikir yang lebih positif. “Bagaimana mahasiswa itu sendiri mampu bertanggung jawab menyelesaikan setiap masalah yang ada,” katanya.

Materi yang disampaikan meliputi Ideologi Marhaenisme, Nasionalisme, Sejarah GMNI, GMNI sebagai Asas Perjuangan, Peran Pemuda dan Mahasiswa dalam Bermasyarakat dan Bernegara, Sejarah Pergerakan Mahasiswa, Motivasi dan Pengembangan Diri, Pengantar Sarinah, Muatan Lokal dan Anggaran Dasar atau Anggaran Rumah Tangga GMNI.

“Semua materi telah disampaikan selama dua hari. Anggota yang berhasil mengikuti seleksi sebanyak 14 orang. Saat pembukaan penerimaan calon anggota yang mengikuti sebanyak 23 orang, setelah materi dimulai banyak yang tidak mampu dan mengundurkan diri,” kata Yaseroro kepada Kabar Nias. [knc02w]