PROGRAM 100 HARI

Wali Kota Gunungsitoli: Pasar Nou Akan Segera Direnovasi

0
1095
Walikota Gunungsitoli Lakhomizaro Zebua di Pasar Nou dan meminta pedagang tidak menggunakan badan jalan untuk jualan. Jumat (29/4/2016). Foto Kabar Nias/Onlyhu Ndraha.

GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS — Sejumlah pedagang di Pasar Nou dan Pasar Beringin menyampaikan keluhan kepada Wali Kota Gunungsitoli Lakhömizaro Zebua. Keluhan para pedagang Mulai dari lokasi yang tidak nyaman hingga besarnya pajak yang dipungut pemerintah daerah. Dari 100 kios yang ada, hanya 10 pedagang yang selalu membayar pajak.

Beberapa pedagang sontak mendatangi wali kota yang tengah ikut membersihkan lokasi Pasar Nou dan Pasar Beringin, Jumat (29/4/2016). Ina Fandi Mendröfa, misalnya, saat mendengar adanya pimpinan nomor 1 Kota Gunungsitoli itu datang, ia pun bergegas menghampiri dan menyampaikan unek-uneknya.

Ina Fandi menyampaikan, beberapa kios bagian belakang yang dekat dengan pinggiran Sungai Nou tidak dibuka oleh pemiliknya. Pembeli enggan ke belakang karena pedagang musiman banyak jualan di tengah jalan. Ia juga mendesak pemkot membangun sanitasi dan tempat pembuangan sampah yang memadai.

“Pak, yang kami butuhkan di pasar ini adalah WC. Selain itu, saluran parit pada tertutup karena sampah,” kata Ina Fandi.

Pedagang lainnya, Lukeria Hutauruk, mengatakan, pembeli sering sepi di Pasar Nou jika hujan terjadi. Sebab, atap pasar sudah lapuk dan berlubang sehingga bocor saat hujan. Hal ini cukup mengurangi pendapatan mereka setiap hari. “Kalau hujan, kami pasti merugi. Tidak ada pembeli karena becek. Atap seng sudah rusak”.

Merespons hal itu, Wali Kota Lakhömizaro mengatakan, dalam waktu 100 hari pertama ia menargetkan tidak ada lagi pedagang berjualan di badan jalan. Ia juga mengupayakan pedagang dapat membuka kios yang masih tutup.

“Semua parit yang sudah tertimbun dengan sampah harus segera dibongkar dan dibersihkan. Sementara perbaikan pasar direncanakan pada PAPBD 2016. Pasar Nou ini akan direnovasi. Akan dipindah di seberang Sungai Nou. Nanti ada jembatan layang sehingga Pasar Nou yang sekarang digunakan sebagai tempat parkiran,” kata Lakhömi kepada Kabar Nias.

Menurut Lakhömizaro, pengelolaan Pasar Nou selama ini tidak signifikan menyumbang pendapatan asli daerah. Dari 100 kios yang ada, penyewa yang aktif membayar retribusi hanya sekitar 10 pedagang saja.

“Kami akan melakukan pemutihan pembayaran retribusi. Namun, ke depan, bagi siapa yang menyewa, kalau bukan dia yang berada dalam kios akan dicabut izinnya,” ujarnya.

Wali Kota juga akan segera menertibkan kebiasaan pedagang yang berjualan hingga di badan jalan sehingga mengakibatkan kemacetan.

Terkait masalah yang timbul di Pasar Beringin, kata Lakhömizaro, semua bangunan di pasar tersebut merupakan miik Pemerintah Kabupaten Nias. Lakhömizaro berjanji akan berkoordinasi dengan Pemkab Nias untuk melakukan penataan lokasi agar wajah Kota Gunungsitoli tampak asri dan nyaman. [knc02w]