CUACA BURUK

Nelayan Asal Sawö Itu Ditemukan Selamat di Afulu

0
1857
Ilustrasi nelayan sedang menebar jala. —Foto: Corbis

SAWÖ, KABAR NIAS — Ahmad Yakub Gea seorang nelayan di Desa Sawö, Kecamatan Sawö, Kabupaten Nias Utara, yang dinyatakan hilang sejak Sabtu (19/9/2015) saat melaut di sekitar Pulau Jarambau telah ditemukan oleh sesama nelayan di sekitar perairan Afulu, Nias Utara, dalam kondisi selamat.

Informasi penemuan Ahmad disampaikan Kepala Pos SAR Nias Torang M Hutahaean kepada Kabar Nias lewat telepon seluler, Senin (21/9/2015). “Sudah ditemukan di sekitar perairan Afulu dalam kondisi selamat,” kata Torang.

Keluarga Ahmad, Idam Khalik Lase, kepada Kabar Nias membenarkan bahwa saudaranya telah ditemukan dalam kondisi lemas oleh nelayan di antara Pulau Maraku dan Pulau Wunga, Minggu (20/9/2015) sekitar pukul 23.00.

Saat berita ini dibuat, korban tengah di perjalanan menuju Puskesmas Lahewa untuk mendapat pertolongan medis.

“Nelayan dari Gunungsitoli yang tengah membawa jaring cincin semalam menemukan saudaraku di atas perahu mesin tempel dalam kondisi lemas,” kata Idam.

Diperkirakan Idam, setelah mendapat pertolongan dari Puskesmas Lahewa, Senin sore, pihak keluarga akan menjemput Ahmad untuk bertemu dengan keluarganya di Sawö.

Menurut penuturan Idam, Ahmad sehari-hari berangkat dari rumah memancing di sekitar Pulau Jarambau dengan perjalanan 2 jam dan baru kembali di rumah sekitar pukul 14.00. Akibat kabut asap yang cukup pekat, yang bersangkutan terbawa arus hingga di Afulu karena kesulitan menentukan arah pulang.

Mewakili keluarga, Idam mengucapkan terima kasih kepada semua elemen yang sudah memberi perhatian khusus dalam melakukan pencarian saudara mereka.

Seperti diberitakan Kabar Nias sebelumnya, Pos SAR Nias menerima laporan dari Idam Khalid Lase, PNS di Kodim 0213 Nias, terkait kehilangan nelayan tersebut. Ahmad Yakub Gea berangkat melaut pukul 04.00 Sabtu (19/9/2015). Namun, hingga pagi Minggu, yang bersangkutan belum juga kembali ke rumahnya.

Pos SAR Nias dibantu personel dari TNI, Polri, dan masyarakat langsung melakukan pencarian terhadap korban. Namun, hingga Minggu sore, tim pencari belum menemukan korban. Terbatasnya jarak pandang akibat kabut asap yang masih menyelimuti wilayah daratan dan perairan Pulau Nias serta ombak cukup tinggi cukup menghambat pencarian. [knc02w]