Terlibat Korupsi, 2 PNS di Nias Selatan Ditahan Polisi

1
10650

TELUKDALAM, KABAR NIAS — Diduga terkait kasus korupsi yang merugikan negara Rp 554,64 juta dalam pembangunan unit sekolah baru SMP Negeri 7 Lölömatua yang bersumber dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Anggaran Pendapatan Belanja Negara 2012, dua PNS di Nias Selatan ditahan Polres Nias Selatan, Kamis (9/7/2015).

Informasi ini disampaikan Kepala Kepolisian Resor Nias Selatan AKBP Robert Da Costa, kepada Kabar Nias, Kamis, di ruang kerjanya. “Benar, kedua tersangka kasus korupsi pembangunan unit sekolah baru yang sumber anggaranya dari APBN Tahun 2012 sebesar Rp 1,9 miliar telah ditahan oleh penyidik, yaitu LNG (50) dan MH (36), keduanya merupakan pegawai negeri sipil di Kabupaten Nias Selatan,” kata Robert.

Disampaikan Robert, LNG adalah Ketua Komite Pembangunan Unit Sekolah Baru (KP USB) SMP Negeri 7 Lölömatua. Sementara MH (36) adalah Kepala Pelaksana Pembangunan MH (36).

Kamis, kedua tersangka diperiksa penyidik Tipikor Polres Nias Selatan selama 8 jam dan ditahan di Polres Nias Selatan, Jalan Mohammad Hatta No 1, Kelurahan Telukdalam, Nias Selatan.

Robert menyampaikan, “Sesuai dengan hasil audit BPKP, kerugian keuangan negara sebesar Rp 554.636.393,44. Kedua tersangka dijerat dengan Undang-Udang Nomor 20 Tahun 2001 Pasal 55 Ayat 1. Penyidik juga akan terus melakukan pengembangan untuk menggungkap keterlibatan pihak lainnya.” [knc05w]

BAGIKAN
Berita sebelumyaLagi, Polres Nias Ringkus Pemilik Narkoba
Berita berikutnyaMenjadi Model Foto, Sekadar Hobi atau Profesi?

Reporter Kabar Nias untuk wilayah Kabupaten Nias Selatan. Lahir pada 30 Juli 1988 di Desa Hilimaenamölö, Kecamatan Maniamölö Luahagudre, Kabupaten Nias Selatan. Kuliah di Universitas Darma Agung, Medan, Jurusan Teknik Sipil. Selain menjalani profesi sebagai jurnalis, ia juga aktif di beberapa organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan. Menyuarakan kebenaran dan memperjuangkan kepentingan publik adalah komitmen hidupnya. Pria lajang ini juga memiliki moto: “Hidup harus bermanfaat bagi orang banyak”.

  • Wentty Wau

    sangat memprihatikan…. dah jd tradisi susah untuk berubah. alaido