Pecahan Meteorit Ditemukan Warga di Desa Bawömaenamölö

BENDA LANGIT

3
3754

LUAHAGUNDRE MANIAMÖLÖ, KABAR NIAS — Warga Desa Bawömaenamölö, Sopan Dakhi, menemukan pecahan batu meteorit yang jatuh di area sawah miliknya. Pecahan meteorit itu ditemukan setelah Sopan menggali sedalam 2 meter. Ia mengetahui pecahan itu setelah seorang ibu yang memberi tahu dirinya bahwa ada benda yang jatuh dari langit, Rabu (22/7/2015) sekitar pukul 08.30.

“Saat itu ada ibu sekitar 08.30, yang lewat di area sawah milik saya, mengetahui ada benda yang jatuh dari langit dan langsung memanggil saya. Saat itu, saya sedang duduk di gubuk sawah. Saya pun langsung bergegas mendekati lokasi yang dimaksud. Karena penasaran, saya menggali tanah sedalam 2 meter dan menemukan batu ini,” ujarnya sambil menunjukkan batu temuannya.

Meteorit merupakan benda padat sisa meteor yang mencapai permukaan bumi. Batu ini biasanya terdiri dari ikatan mineral nikel (Ni) dan besi (Fe).

Batu yang diduga pecahan meteorit yang ditemukan Sopan itu memiliki berat sekitar 5 kilogram. Batu meteorit itu kini dibungkus menggunakan kain putih dan disimpan dalam lemari oleh Sopan.

Batu meteor yang ditemukan warga | Foto: Kabar Nias / Suhertiyanus Dakhi
Batu meteor yang ditemukan warga | Foto: Kabar Nias / Suhertiyanus Dakhi

Saat ditanya, apakah ada niat untuk menjual benda tersebut, Sopan mengatakan, belum berniat menjualnya batu meteorit itu. “Sampai saat ini belum ada niat untuk menjualnya. Memang kemarin ada bule yang datang untuk memberi tahu bahwa ada temannya yang mau beli dan saya pun mengatakan, ‘Maaf Pak, untuk saat ini saya tidak ada niat untuk menjualnya’,” katanya.

Sejumlah pihak meyakini bahwa meteorit memiliki kekuatan metafisika. Di Pulau Jawa, meteorit dijadikan bahan pembuatan keris atau jadi hiasan. [knc05w]

 

BAGIKAN
Berita sebelumyaKeluarga Veteran di Kabupaten Nias Barat Akan Diperhatikan
Berita berikutnyaPencari Siput Laut Hilang di Pulau Te’u, Toyolawa

Reporter Kabar Nias untuk wilayah Kabupaten Nias Selatan. Lahir pada 30 Juli 1988 di Desa Hilimaenamölö, Kecamatan Maniamölö Luahagudre, Kabupaten Nias Selatan. Kuliah di Universitas Darma Agung, Medan, Jurusan Teknik Sipil. Selain menjalani profesi sebagai jurnalis, ia juga aktif di beberapa organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan. Menyuarakan kebenaran dan memperjuangkan kepentingan publik adalah komitmen hidupnya. Pria lajang ini juga memiliki moto: “Hidup harus bermanfaat bagi orang banyak”.

  • Tri Steven

    Jatuhnya tgl brp y? Soalnya ane liat kilatan cahaya tgl 20 Juli 2015 kisaran pkl 08.30 dilangit Kota Gunungsitoli

    • Apolonius Lase

      Betul bang, si penemunya itu juga mengatakan demikian. Tri Steven melihatnya dari mana ya?

  • candrawandi waruwu

    jika menumukan benda tersebut, jgn pernah untuk menjual kepada orang luar5. marilah kita mencari dulu apa kelebihan benda tersebut. mari lah kita masyarakat nias untuk mencoba menelitinya. kita orang nias juga memiliki pengetahuan mari kit tunjukan