KECELAKAAN LAUT

Digulung Ombak Saat Memancing, Fa’atulö Bu’ulölö Tewas

1
4155
Jenazah Fa'atulö Bu'ulölö saat ditemukan dan digotong ke bibir pantai, Jumat (12/2/2016). —Foto: Kabarnias.com/Suhertiyanus Dakhi

LÖLÖWA’U, KABAR NIAS — Fa’atulö Bu’ulölö (40), warga Desa Hilimböwö Siwalawa, Kecamatan Lölöwa’u, Nias Selatan, yang hilang digulung ombak saat memancing, ditemukan tewas, Jumat (12/2/2016). Kejadian naas itu terjadi di bibir pantai yang dikenal dengan nama Pantai Fari’i di sebuah gundukan karang, di Desa Berua Ana’a, Kecamatan Sirombu, Nias Barat, Kamis (11/2/2016) sekitar pukul 18.00.

Informasi yang dikumpulkan Kabar Nias, korban yang berprofesi sebagai nelayan itu pergi ke pantai memancing bersama dua temannya, Firman Bu’ulölö (42) dan Fo’arota Waruwu (38). Menurut kedua teman korban, saat sedang memancing, tiba-tiba ombak setinggi sekitar empat meter menghantam batu karang tempat mereka memancing. Kedua teman korban berhasil berenang ke pantai dan hanya mengalami luka-luka sedangkan Fa’atulö tergulung ombak.

Untuk diketahui, Pantai Fari’i berada di perbatasan Kabupaten Nias Selatan dan Nias Barat. Tempat kejadian berada sekitar tujuh kilometer dari rumah korban.

Sampai dini hari, ratusan warga Desa Hilimböwö Siwalawa, termasuk keluarga korban, datang melakukan pencarian. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nias Selatan juga turut melakukan pencarian. Dari antara yang ikut mencari juga terlihat Yurisman Laia, anggota DPRD Nias Selatan.

Anggota keluarga korban, Damaitrius Bu’ulölö saat dihubungi pada Jumat pukul 04.00, mengaku, sesaat setelah kejadian pihaknya langsung memberi tahu kepada BASARNAS Nias.  “Pencarian sejak kejadian hingga sampai saat ini pukul 04.00 korban belum ditemukan dan sekitar ratusan warga masih melakukan pencarian. Kami sudah langsung menghubungi Basarnas Nias dan akan tiba sekitar pukul 06.00,” ungkap Damaitrius.

Namun, hingga Jumat sore, BASARNAS Nias tidak datang ke lokasi kejadian. Pencarian yang dilakukan BPBD Nias Selatan dibantu masyarakat, korban akhirnya ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa, Jumat sekitar pukul 10.15.

“Korban langsung kami bawa ke rumah di Desa Hilimböwö Siwalawa dan diputuskan akan dikebumikan di pemakaman keluarga,” ujar Damaitrius. Fa’atulö Bu’ulölö meninggalkan seorang istri dan lima anak.

Sementara itu, dari Nias Utara, M Yunus Gulö, nelayan asal warga Faehuna, Nias Utara, ditemukan Basarnas Nias, Sabtu (13/2/2016), dalam kondisi mengenaskan. Yunus hilang saat melaut sejak Rabu (10/2/2016). Ia ditemukan terdampar di bebatuan di pinggir pantai Afulu. Korban meninggalkan seorang istri dan lima anak. [knc05w/knc03w]

BAGIKAN
Berita sebelumyaHati-hati dengan Informasi Penerimaan PNS, Rawan Penipuan!
Berita berikutnyaBupati Nias Tolak Pengumuman PLD

Reporter Kabar Nias untuk wilayah Kabupaten Nias Selatan. Lahir pada 30 Juli 1988 di Desa Hilimaenamölö, Kecamatan Maniamölö Luahagudre, Kabupaten Nias Selatan. Kuliah di Universitas Darma Agung, Medan, Jurusan Teknik Sipil. Selain menjalani profesi sebagai jurnalis, ia juga aktif di beberapa organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan. Menyuarakan kebenaran dan memperjuangkan kepentingan publik adalah komitmen hidupnya. Pria lajang ini juga memiliki moto: “Hidup harus bermanfaat bagi orang banyak”.

  • Apolonius Lase

    Saya turut berdukacita atas kabar ini. Semoga almarhum bisa diterima Tuhan di sisi-Nya. Keluarga yang ditinggalkan semoga diberi ketabahan.