KESELAMATAN KERJA

Kuras Sumur Pakai Genset, Dua Pekerja di Onolimbu Meninggal

0
811
Petugas dan warga berada di tempat kejadian. —Foto: Dokumentasi Humas Polres Nias (via Facebook)

LAHÖMI, KABAR NIAS — Dari 3 pekerja penguras sumur air milik Ya’edodo Daeli alias Ama Yerni, warga Desa Onolimbu, Kecamatan Lahömi, pada Senin (9/5/2016) sekitar pukul 09.30, dua di antaranya ditemukan tidak bernyawa lagi, sedangkan satu pekerja lainnya dapat tertolong setelah mendapat perawatan medis di Puskesmas Lahömi.

Kedua korban meninggal adalah Saderakhi Daeli (32) alias Ama Tiara, warga Desa Onolimbu, dan Falentinus Hia (18), warga Dusun Hilihoya, Desa Bawözamaiwö, Kecamatan Lahömi. Sementara korban selamat, yakni Salatieli Daeli (40) alias Ama Widi, warga Desa Onolimbu, langsung dirawat di puskesmas.

Kepala Kepolisian Sektor Sirombu AKP B Girsang, saat dimintai konfirmasi setelah melakukan olah TKP, kepada Kabar Nias, mengatakan, penyebab kematian pekerja masih belum bisa dipastikan dan pihaknya sedang melakukan penyelidikan.

“Setelah kami melihat tempat kejadian (TKP), ada dua korban yang tidak bernyawa lagi, sedangkan satu orang lainnya sudah dibawa ke Puskesmas Lahömi untuk mendapatkan pertolongan medis. Menyangkut penyebab kematian ini, kami belum bisa pastikan saat ini karena sedang dalam penyelidikan. Mayat kedua korban meninggal itu sudah dibawa ke Puskesmas Mandrehe untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

Dari pantauan Kabar Nias, kedalaman sumur tersebut lebih kurang 4 meter dan ketinggian air 1 meter. Menurut B Girsang, dari keterangan warga, ketiga pekerja tersebut, Senin sekitar 08.30, hendak menguras air di sumur sekaligus bak air milik Ya’edödô Daeli di Jalan Onolimbu (samping Kantor Bappeda Nias Barat). Pembuatan sumur air itu sedang tahap pengecoran. Untuk menyedot air, mereka menggunakan genset yang dimasukkan ke dalam bak.

Sekitar pukul 09.20, seorang warga melintas dan melihat ketiga pekerja terlentang dan lemas. Warga kemudian melakukan pertolongan dan mengangkat para pekerja tersebut dan diletakkan di atas bak air yang sudah dicor. Berbagai pertolongan pertama sempat diberikan oleh warga. Namun, kedua pekerja tidak bisa tertolong, sementara satu dalam keadaan kritis.

Penelusuran Kabar Nias di Puskesmas Mandrehe, yang berjarak lebih kurang 10 km dari lokasi, setelah melalui pemeriksaan tenaga medis, kedua korban diduga meninggal karena keracunan gas dari asap mesin genset.

Dr. Yorin Lase, yang menangani pemeriksaan terhadap kedua jenazah, didampingi oleh Kepala Kapus Mandrehe, mengatakan, “Berdasarkan hasil pemeriksaan kami pada mayat korban tidak ditemukan tanda-tanda adanya kekeraan pada fisik sehingga kuat dugaan mereka ini meninggal akibat keracunan gas dari asap mesin genset yang mereka pakai untuk menyedor air. Terlihat dari mulut mereka yang mengeluarkan busa,” katanya.

Yorin menjelaskan, goresan kecil dan lebam kebiru-biruan yang terdapat pada tubuh korban diduga akibat benturan pada saat mereka mau menyelamatkan diri. Goresan kecil itu tidak membahayakan nyawa seseorang. Meskipun demikian, guna memastikan gas apa yang meracuni korban, perlu dilakukan otopsi. Alat untuk otopsi tidak tersedia di sini,” ujarnya.

Keluarga kedua korban sangat terpukul akibat kejadian ini. Kejadian semacam ini, menurut sejumlah warga, hendaknya menjadi pengalaman bagi siapa pun untuk mengutamakan keselamatan jiwa saat bekerja. [knc07w]