Kepala SMP Negeri 6 Mandrehe Diduga Gelapkan Dana BSM

0
75
Gedung SMP Negeri 6 Mandrehe. —Kabarnias.com/Aminudin Hia

MANDREHE, KABAR NIAS – Kepala SMP Negeri 6 Mandrehe, Kecamatan Mandrehe, Kabupaten Nias Barat, Suara Gulö diduga menggelapkan dana bantuan siswa miskin (BSM) penerimaan tahun 2016 sebesar lebih kurang Rp 36 juta. Selain persoalan itu, Suara tidak aktif datang ke sekolah dengan melalaikan tugas yang diembankannya diminta Pemerintah Kabupaten Nias Barat melalui Kepala Dinas Pendidikan dan penegak hukum untuk mengusut tuntas persoalan ini.

Salah seorang guru SMP Negeri 6 Mandrehe yang meminta namanya tidak disebutkan, kepada Kabar Nias, Senin (6/2/2017), mengutarakan penyebab bantuan siswa miskin itu tidak dicairkan kepada penerima manfaat karena uangnya tidak ada, disebut-sebut kepala sekolah telah menggunakannya.

“Berdasarkan informasi yang kami dengar bahwa dana BSM itu telah ditarik di bank oleh Bapak Kepala Sekolah sekitar November 2016, tetapi kami kurang tahu kenapa tidak langsung dicairkan kepada siswa dan siswi penerima manfaat yang seharusnya dana itu tidak boleh ditahan-tahan, apalagi kalau tidak tepat sasaran atau disalahgunakan,” katanya.

Penyebab tidak dilakukan pencairan dana BSM itu ditengarai, “Diduga, kepala sekolah telah menggunakannya. Informasi ini terkuak saat pertemuan bersama antara Ketua Komite Sekolah Faigiaro Gulo alias ama Yeni dengan Kepala Sekolah, ia meminta-minta kesabaran dan menyebut-nyebut ada jaminan, brog.”

Diakuinya, dengan persoalan ini yang cukup disesalkan. Bapak kepala sekolah kurang disiplin menunaikan tugas yang diembannya sehingga ketidakdisiplinnya sangat berpengaruh pada proses kegiatan belajar-mengajar di sekolah. “Tentu harapan kami bapak/ibu guru dan pegawai agar dana BSM itu segera direalisasikan, kasihan siswa”, ungkapnya.

Sementara itu, Suara Gulö, saat dihubungi awak media melalui telepon selulernya mengungkapkan bahwa dana tersebut telah ditarik dan belum dilakukan pencairan kepada penerima manfaat, “Ya, benar saya sudah tarik dana BSM itu dan sudah saya pakai,” ungkapnya singkat.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Kabar Nias, profil SMP Negeri 6 Mandrehe jumlah siswa sebanyak 139 orang atau terbagi 6 rombel. Di antara jumlah siswa tersebut terdapat penerima BSM 2016 sebanyak 63 orang dengan pagu dana yang diterima kurang lebih Rp 36 juta. Kemudian jumlah guru sebanyak 23 orang, 4 PNS dan selebihnya GKD/GTT/PTT. Lalu dari sekian banyak guru tersebut sudah kedapatan salah seorang yang tersangkut dengan kasus penyalahgunaan narkoba yang hingga saat ini sedang mengikuti proses hukum.

Hingga berita ini diturunkan Kabar Nias, sedang berusaha mengonfirmasikan kepada pihak terkait. [knc07]