PEMERINTAH DAERAH

Seusai Pilkada, Wali Kota Martinus Lase Jarang Masuk Kantor

0
1120
Kantor Wali Kota Gunungsitoli di Jalan Pancasila No 14, Desa Mudik, Kota Gunungsitoli. —Foto: Kabarnias.com/Onlyhu Ndraha

GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS — Seusai pelaksanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 9 Desember 2015, Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase jarang masuk kantor. Bahkan, pada Januari 2016, hanya beberapa hari saja Martinus Lase masuk kantor. Akibatnya, urusan pelayanan publik di Kantor Wali Kota pun terganggu.

Beberapa PNS yang dijumpai Kabar Nias membenarkan jika orang nomor satu di Kota Gunungsitoli itu jarang masuk kantor. Bahkan, beberapa usulan berkas administrasi yang mestinya ditandatangani yang bersangkutan hingga kini masih belum selesai.

“Kalau Januari 2016, sepertinya Pak Wali Kota hanya dua kali masuk kantor,” ujar PNS yang berkantor di lingkup kantor Wali Kota Gunungsitoli.

Informasi yang didapatkan Kabar Nias, memasuki masa transisi kepemimpinan di Kota Gunungsitoli ada banyak program yang belum jalan. “Banyak berkas administrasi yang menumpuk. Belum ditandatangani Pak Wali,” ujar sumber Kabar Nias yang meminta namanya tidak disebutkan.

Salah seorang PNS, yang tengah melintas di halaman Kantor Wali Kota saat disambangi Kabar Nias, mengatakan, sejak adanya putusan Mahkamah Konstitusi terkait penolakan gugatan calon wali kota, Martinus Lase jarang masuk kantor. “Seusai putusan MK itu, bapak Wali Kota jarang tampak di sini,” ujar PNS itu sambil berlalu.

Hal yang sama juga disampaikan salah seorang pegawai administrasi Wali Kota, “Bapak belum masuk kantor.”

Tugas di Luar

Di tempat yang berbeda, Kepala Bagian Humas Kota Gunungsitoli Janiati membantah pernyataan tersebut. Menurut dia, hal itu hanya prasangka buruk PNS saja bahwa Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase tidak masuk kerja. Jika pun tidak masuk kantor, yang bersangkutan tugas di luar daerah untuk mengurus bantuan listrik tenaga surya. Jasniati tidak menjelaskan terkait bantuan listrik tenaga surya tersebut serta pengurusannya di mana.

“Itu tidak benar. Bapak selalu masuk kantor. Jika Januari tidak masuk karena tugas luar mengurus bantuan listrik tenaga surya. Mungkin PNS sendiri mengira tidak masuk karena tiap Jumat kendaraan tidak ada di depan kantor,” ujar Jasniati melalui telepon selulernya. Jumat (5/2/2016). [knc02w]