MITIGASI BENCANA

Peringati 11 Tahun Gempa Nias, Sigana Adakan Sejumlah Lomba

0
466
Murid-murid SD Swasta Mutiara mengadakan simulasi menyelamatkan diri jika terjadi gempa. —Foto: Ketjel Zagötö

GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS — Koalisi Siaga Bencana (Sigana) Kota Gunungsitoli yang merupakan gabungan dari berbagai lembaga dan organisasi kemasyarakatan kembali mengggelar sejumlah kegiatan dalam mengenang peristiwa gempa besar yang terjadi pada 28 Maret 2005. Dalam mengenang 11 tahun gempa ini, Sigana akan mengajak masyarakat untuk tetap siaga dalam mitigasi bencana lewat berbagai perlombaan.

Pengurus Harian Sigana Elisati Zandroto, kepada Kabar Nias, Senin (22/2/2016), mengatakan, “Membangun kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan mengadakan serangkaian kegiatan untuk mengingatkan masyarakat untuk tetap siaga terhadap bencana sehingga risiko bencana dapat dikurangi.”

Ada beberapa kegiatan yang akan dilakukan oleh Sigana, yaitu Lomba Simulasi Gempa di sekolah tingkat SMP/sederajat. “Menurut rencana, lomba ini akan diikuti oleh 15 sekolah yang berada di lokasi rawan bencana di Kota Gunungsitoli dan sekitarnya,” ujar Elisati.

Melalui lomba simulasi ini, kata Elisati, siswa, guru, termasuk orangtua dapat mengingat kembali bagaimana melakukan simulasi menghadapi gempa di sekolah. “Hal ini sangat bagus untuk menumbuhkan kembali semangat kesiapsiagaan terhadap bencana di tingkat masyarakat,” ujar Daniel Gunawan, Ketua Panitia Peringatan 11 Tahun Gempa Nias kepada Kabar Nias.

Selain itu, Sigana bekerja sama dengan Rumah Kita akan mengadakan aksi sosial menyumbangkan darah yang akan dilaksanakan selama bulan Maret 2016. Aksi ini melibatkan beberapa lembaga yang ada di Nias.

“Ini merupakan agenda rutin setiap peringatan gempa. Masyarakat Nias belum memiliki kesadaran untuk menjadi donor darah secara sukarela. Padahal, menjadi donor darah itu baik untuk kesehatan dan sangat bermanfaat untuk membantu sesama,” tambah Daniel Gunawan.

Pada tahun lalu, untuk memperingati gempa, Sigana mengadakan pemutaran film sebagai bentuk kegiatan sosialisasi kepada masyarakat. “Tahun ini, Sigana membuat kompetisi menari (dance competition) untuk umum. Lomba ini belum pernah kami lakukan. Jika sosialisasi mitigasi gempa dilakukan dalam bentuk tarian, cukup menarik juga,” ujar Daniel Gunawan.

Lomba tarian ini dibuka bagi umum. Bagi tim yang ingin mengikuti lomba dance competition ini dipersilakan menghubungi Dewi Ratna Sari Hulu (HP 08126825 0773) dengan persyaratan peserta berusia 13-25 tahun. Satu tim terdiri dari 6-8 orang dan membayar kontribusi sebesar Rp 25.000. “Tarian yang tampilkan dalam bentuk tari kreasi modern sehingga siapa pun dapat menampilkan karya terbaiknya,” ujarnya.

Menurut panitia, pendaftaran lomba dance competition dibuka mulai Selasa, 22 Februari hingga 7 Maret 2016. Adapun tecnical meeting akan dilaksanakan pada 7 Maret. Peserta bisa langsung ke Kandang Boekoe Jalan Pelita No 28, Gunungsitoli setiap hari pada pukul 10.00-17.00.

Pada puncak peringatan 11 Tahun Gempa Nias, Senin, 28 Maret 2016, Sigana mengundang masyarakat Kota Gunungsitoli terlibat dalam pawai obor dan dilanjutkan dengan doa bersama yang melibatkan tokoh masyarakat, pemuka agama yang ada di Kota Gunungsitoli dan sekitarnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Gunungsitoli Soziduhu Lömbu kepada Kabar Nias, Senin, mengatakan, “Pada peringatan tahun ini, Pemkot Gunungsitoli hanya akan menggelar doa lintas agama untuk mengenang terjadinya gempa tanggal 28 Maret. Anggaran kami tidak banyak sehingga kami tidak mengadakan kegiatan apa pun selain doa bersama.” [ketjel zagötö]