PEMBERDAYAAN NELAYAN

Nelayan di Gunungsitoli Terus Didorong untuk Mandiri

0
407

GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS — Pemerintah Kota Gunungsitoli, Rabu (18/5/2016), menggelar pelatihan pembuatan kapal motor berbahan fiberglass yang dilaksanakan di dua lokasi, yaitu Desa Humene, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, dan di Desa Olora, Kecamatan Gunungsitoli Utara. Upaya ini diharapkan meningkatkan kemandirian nelayan serta kesejateraanya dan keluarga.

Menurut Kepala Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan Eliyunus Waruwu, penggunaan kapal fiberglass merupakan hal yang baru bagi nelayan di Kota Gunungsitoli. Untuk itu pemerintah ingin agar nelayan meningkatkan pengetahuan dalam membuat sendiri kapal motor dari fiber.

“Pelatihan ini bertujuan agar para nelayan tidak kesulitan dalam memiliki sebuah kapal motor untuk mencari ikan di laut dan juga bagaimana cara memperbaiki kapal motor fiber bilamana terjadi kerusakan, seperti bocor,” kata Eliyunus Waruwu.

Sebelumnya, Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan pernah melakukan pelatihan sejenis beberapa waktu lalu pada masa pemerintahan wali kota sebelumnya. (Baca: Nelayan Gunungsitoli Dilatih Membuat Kapal Motor Fiber)

Sementara itu, Wakil Wali Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Gunungsitoli akan terus berupaya menciptakan terobosan-terobosan baru guna memfasilitasi pemberdayaan masyarakat sesuai dengan visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Gunungsitoli, yaitu Maju, Nyaman, dan Berdaya Saing. (Baca: Tingkatkan Hasil Tangkapan Nelayan, Pemkot Gunungsitoli Bagikan Alat Tangkap Ikan)

“Kapal motor dari fiber ini sangat bagus untuk nelayan, sebab saat ini kapal motor dari bahan kayu sangat susah didapatkan sehingga apabila para nelayan dapat membuat sendiri kapal motor ini, bisa diterapkan setiap hari kepada nelayan yang lain,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Gunungsitoli Sowa'a Laoli Membuka Kegiatan Pelatihan Pembuatan Kapal Fiberglass di Humene
Wakil Wali Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli Membuka Kegiatan Pelatihan Pembuatan Kapal Fiberglass di Humene

Sowa’a juga mengharapkan kepada para nelayan agar benar-benar mengikuti secara penuh pelatihan itu sehingga ke depan para nelayan bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sesuai yang diharapkan.

“Kami berharap agar semua peserta pelatihan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ini hingga selesai sehingga pengetahuan dan keterampilan yang didapat dari para narasumber dan instruktur tidak hanya dijadikan sekadar referensi semata, tetapi dapat diterapkan dalam dunia usaha dan dapat menjadi alternatif mata pencarian yang cukup menjanjikan,” ujarnya. [knc03w]