BMKG: Isu Gempa dalam Surat Edaran Pemkot Tidak Benar

0
1096
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas III Gunungsitoli, Gandamana Martondang | Foto Iman Lase

GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS – Isu terjadinya gempa besar yang berpotensi tsunami di kepulauan Nias dalam surat edaran yang dikeluarkan Pemerintah Kota Gunungsitoli dibantah tegas oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas III Gunungsitoli.

“Sampai saat ini BMKG tidak pernah memprediksi gempa berkekuatan 9 SR yang disusul dengan terjadi tsunami yang mencapai ketinggian 10 meter sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Gunungsitoli. Hal itu sama sekali tidak benar,” kata Kepala BMKG Gunungsitoli Gandamana Matondang.

Gandamana menuturkan, dengan dikeluarkannya surat edaran yang hanya memedomani pada berita salah satu media online merupakan kesalahan besar karena membuat warga menjadi semakin panik, padahal tidak ada dasar mengatakan hal itu.

“Sudah banyak warga yang menanyakan kepada saya, kebenaran isu tersebut dan saya katakan tegas bahwa BMKG tidak pernah mengeluarkan prediksi adanya gempa apalagi waktu dan kekuatan gempa yang akan terjadi tidak pernah ada sejarahnya BMKG memprediksi hal tersebut,” tuturnya.

“BMKG itu memberikan informasi tentang kekuatan gempa ataupun tsunami sesaat setelah terjadi, jadi jangan membuat warga tambah panik apalagi adanya rencana meliburkan sekolah gara-gara surat edaran tersebut karena waktu terjadinya gempa telah ditentukan,” tambahnya.

Gandamana mengimbau kepada masyarakat, khususnya di Kepulauan Nias, agar tidak serta merta percaya akan isu-isu adanya gempa dan tsunami. Kewaspadaan memang tetap harus ada. Bencana itu bisa datang kapan saja.

“Siapa pun yang mengeluarkan informasi itu, kalau tidak tepat sumbernya, jangan dipercayailah yang penting kita imbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa karena kita tahu bahwa Kepulauan Nias ini, termasuk daerah yang rawan gempa,” ujanya.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, isu adanya gempa besar berpotensi tsunami yang dilansir oleh sebuah media online membuat panik masyarakat sekaligus menjadi dasar Pemkot Gunungsitoli membuat surat edaran yang ditandatangani Sekda Kota Gunungsitoli.

Sejumlah sekolah atas inisiatif sendiri meliburkan sekolah pada tanggal 28 Agustus 2015. Hingga saat ini Pemkot belum mengeluarkan klarifikasi terkait isu gempa yang menghebohkan itu.

Sejumlah pihak meminta insiden kepanikan warga akibat isu gempa tidak lagi terulang lagi. Media massa juga diminta untuk tidak memperkeruh suasana dan masyarakat diminta tidak serta-merta memercayai semua isu yang beredar serta tidak panik.

“Jangan panik berlebihan. Gempa atau bencana apa pun bisa saja terjadi kapan saja. Pemerintah Kota diminta juga lebih arif dalam menyikapi setiap isu. Pemkot justru diminta memberikan mitigasi bencana bukan malah buat heboh,” kata M. Zebua, tokoh masyarakat di Gunungsitoli Selatan, kepada Kabar Nias. [knc03w]