Tagihan Listrik Tiap Bulan Tetap Sama

0
648

JW-iconOleh Aktivitas Sarumaha
Lokasi: Gunungsitoli


Listrik masih menjadi salah satu permasalahan utama di Pulau Nias. Permasalahan itu mulai dari pemadaman bergilir yang merata terjadi di setiap tempat hingga biaya tagihan listrik yang tiba-tiba membengkak akibat mungkin pencatatan dari petugas yang tidak akurat. Keluhan warga sudah berulang-ulang disuarakan lewat media sosial hingga aksi turun ke jalan menuntut layanan PLN di Pulau Nias segera dibenahi.

Kemarin, Selasa (7 Juli 2015) pagi, saya mendapat notifikasi surat elektronik (e-mail) PLN e-billing, yakni layanan informasi elektronik via e-mail tentang tagihan listrik tiap bulan. Seperti biasa informasi yang disampaikan, yakni tentang jumlah tagihan listrik yang harus dibayar pada Juli 2015. Namun, yang aneh bagi saya adalah jumlah tagihan yang persis sama dengan tagihan pada bulan Juni 2015. Saya ingat persis jumlah tagihannya adalah Rp 130.874,00 . Karena penasaran, saya kemudian mengecek kembali tagihan pada bulan-bulan sebelumnya. Saya menemukan bahwa sejak Maret 2015 hingga Juli 2015 jumlah tagihan listrik tidak pernah berubah persis angka tagihannya adalah Rp. 130.874.00.

Saya curiga bahwa telah terjadi kekeliruan oleh petugas yang melakukan pencatatan di lapangan atau mungkin petugasnya tidak rutin melakukan pencatatan atau mungkin juga pencatatan tagihan listrik telah tertukar dengan rekening listrik tetangga seperti pengalaman teman saya, Dewi Hulu.

Kekhawatiran saya yang sangat besar adalah jika tagihan listrik yang tiba-tiba melonjak 3-4 kali dari tagihan biasa karena akumulasi biaya listrik yang tidak tercatat dengan akurat pada bulan-bulan sebelumnya. Hal ini kerap saya alami seperti pengalaman pada bulan Januari 2015 dan Februari 2015.

Kekhawatiran ini akhirnya mendorong saya untuk menyurati Contact Center PLN di alamat e-mail pln123@pln.co.id (surat terlampir). Bersyukur, kemarin sore, surat saya ditanggapi dan meminta saya untuk melengkapi informasi data sebagai berikut:

  1. Angka kedudukan pada kWh meter saat ini.
  2. Apakah setempat dihuni, berpagar, terkunci dan kWh meter mudah dijangkau oleh petugas pencatat meteran?
  3. Bagaimana dengan kedatangan petugas pencatat, apakah rutin datang, jarang datang atau tidak mengetahui kedatangannya?
  4. Alamat lokasi dan nomor telepon.

Saya berharap jumlah tagihan listrik kami di rumah tidak melonjak seperti kekhawatiran saya tadi karena tiap bulan pemakaian listrik di rumah sudah sehemat mungkin.

Apabila teman-teman mengalami hal yang sama, silakan langsung mengirimkan e-mail ke Contact Center PLN. Kita berharap masalah listrik di Pulau Nias mendapatkan perhatian serius dan perbaikan oleh para pemangku kepentingan. Perubahan hanya bisa akan terjadi jika kita berhenti berdiam dan segera turun tangan. Salam


Anda ingin menulis Jurnalisme Warga? Klik disini