Merokok di Kantin Sekolah, Tanggung Jawab Siapa?

0
194

JW-iconOleh Fransiskus TS Lahagu, Email: fransiskustrisudielilahagu@gmail.com
Pekerjaan: Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Sanata Dharma 


YOGYAKARTA — Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 64 Tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok di Lingkungan Sekolah pada Pasal 2 menyebutkan bahwa kawasan tanpa rokok bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan bebas rokok. Dilanjutkan pada Pasal 3 bahwa sasaran kawasan tanpa rokok di lingkungan sekolah adalah: kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, dan pihak lain di dalam lingkungan sekolah. 1)http://lacaxcom.blogspot.co.id/2015/05/hubungan-tingkat-pengetahuan-dan_60.html

Beberapa bulan terakhir, saya mengalami pergolakan batin terkait kantin yang berada di lingkungan sekolah. Hal ini terjadi bukan karena tidak ada sebab, tetapi karena “kantin” yang menjadi tempat jajanan berubah fungsi menjadi tempat terburuk dan penghancur masa depan siswa.

Perlu kita pahami bahwa sekolah menyediakan dan memberikan tempat kepada pihak penjual (warga) untuk menjual dagangan selain untuk menambah penghasilan keluarga, juga berkerja sama dengan sekolah dalam membantu siswa agar terhindar dari kelaparan dan hal lain (misalnya buku). Akan tetapi, yang terjadi tidak demikian. Hal ini dibuktikan ada banyak kantin di lingkungan sekolah (SMP dan SMA/SMK) yang menjual rokok dan tak dimungkiri siswa adalah sebagai konsumennya.

Jika sudah seperti ini, siapakah yang patut disalahkan? Penjualnya? Sekolah? atau Pemerintah? Tentu jawaban dan persepsi setiap orang berbeda-beda. Di sini perlu kita pahami bahwa sekolah sangat berperan aktif dalam menjaga lingkungan sekolah untuk terhindar dari hal ini. Namun, yang terjadi sekolah seakan tidak mau tahu dan bersikap masa bodoh.

Bagaimana dengan sekolah-sekolah di Pulau Nias. Adakah pihak sekolah memantau dan mengawasi setiap kantin sekolah agar tidak menjadi tempat merokok dan penyedia rokok? Semoga semua pihak agar memberi perhatian serius mengenai masalah siswa merokok ini.


Isi dan ekses dari “Jurnalisme Warga” ini adalah tanggung jawab penuh dari si penulis. Baca selengkapnya Penyangkalan Jurnalisme Warga. Jika ingin menulis di “Jurnalisme Warga” silakan Klik di sini 

Referensi   [ + ]

1.http://lacaxcom.blogspot.co.id/2015/05/hubungan-tingkat-pengetahuan-dan_60.html