APA & SIAPA

Suara Keren, Irda dan Trini Daeli Jadi Perbincangan di Media Sosial

2
6435

Iseng sore-sore main gitar di pintu rumah, dua kakak beradik asal Desa Sitölubanua, Lahömi, Nias Barat, Irda dan Trini Daeli, merekam aksi mereka menyanyi. Video itu pun dibagikan di akun Facebook milik Irda Daeli. Hasilnya luar biasa, video itu langsung viral mendapat sambutan dari para netizen.

“Ceritanya cuma iseng-iseng aja mau duet sama adek, terus adik Trini bilang kita videokan aja kak. Cuma iseng-iseng aja tuh,” kata Irda singkat kepada Kabarnias.com melalui perbincangan di Facebook.

Hingga tulisan ini dirilis, keberadaan video yang diunggah pada 29 Januari 2017 itu sudah dibagikan 444 kali dan sudah ditayangkan (ditonton) sekitar 13.000 kali.

Video tersebut bisa disaksikan pada video di bawah ini.

Suara Irda dan Trini yang direkam apa adanya itu ternyata cukup menggugah netizen karena kualitas suara yang cukup bagus dan natural.

Dari penelusuran Kabarnias.com, Irda dan Trini ini memang mewarisi jiwa seni dari kedua orangtua mereka, Ya’aro Daeli (almarhum) dan Nusaria Harefa.

“Kek mana anak-anak enggak pintar nyanyi, keturunan semuanya, papa dan mama guru not, dan juga pemusik semua, pintar nyanyi juga, makanya anak-anaknya ngikuti,” kata Irda yang merupakan alumnus Akademi Kebidanan Senior, Medan, itu dan kini bertugas di Puskesmas Lahömi.

Irda pernah menjuarai lomba nyanyi tingkat kecamatan. Adiknya, Trini, lebih hebat lagi. Trini pada Agustus 2016 lalu pernah menjadi utusan Kabupaten Nias Barat di tingkat provinsi di Medan dan berhasil menjadi juara. Keren kan.

Lagu yang Irda dan Trini nyayikan berjudul “Inötö” ciptaan Bastian Ndraha. Lagu yang pertama sekali dipopulerkan oleh Vivied Gulö ini bercerita tentang hubungan pasangan yang dipersatukan dalam cinta yang tidak bisa dipisahkan serta berisi janji untuk tidak berpisah meskipun susah.

Menurut Irda, Trini sekarang sudah kelas VI di SD Sitölubanua. Meskipun anak bungsu, Trini tidak banyak menuntut. “Mama—yang bekerja di salah satu SKPD di Nias Barat—terus memotivasi kami untuk belajar. Setiap kebutuhan kami juga dicukupkan sama mama,” kata Irda.

Irda juga bercerita soal almarhum papanya, Ya’aro Daeli, yang juga bekerja sebagai PNS dan cukup terkenal pintar bermain sepak bola. Papanya meninggal pada 2010. “Papa sangat sayang sama kami. Dia ingin sekali kami menjadi penyanyi dan juga bisa sekolah tinggi dan bekerja,” kata Irda yang mengatakan punya abang bernama Driven Daeli.

Soal cita-cita, Trini sebenarnya ingin sekali menjadi guru. Namun, kata Irda, keluarga sebenarnya mendorong Trini jadi polisi atau jadi dokter. “Tapi, enggak tahulah nanti, bagaimana. Adik Trini sih maunya jadi guru saja.”

Mengapa netizen suka dengan video Irda dan Trini? Karena suara mereka, terutama Trini, memang juara. Apalagi, tampilan mereka sangat natural, apa adanya, tidak dibuat-buat.

Netizen rata-rata mendorong Trini dan Irda bisa terus mengasah kemampuan dalam bernyani dan diharapkan bisa mengharumkan nama Nias di kancah yang lebih tinggi.

Seorang netizen, Nover Humendru Lim, dalam komentarnya mengatakan, “Wow talenta yang sungguh luar biasa. Bagus kalau kalian ikut Indonesia Idol”. Lain lagi Lukman Joggher, “Suara bagus, orangnya cantik-cantik.” Bahkan, Geni Zebua mengatakan, “Ha-ha, keren dari kemarin aq play terus, Smoga bisa dikembangkan lagi bakat ini. Suara motor itu mengganggu kali, dan expresi si adek di ending itu lucu juga, Hehehehe, Si kakak buru-buru, padahal si adek masih mau ngambil reff, Heheehehe MANTAP…..!”

Banyak doa dan dukungan buat Irda dan Trini. Kadangkala, karena beberapa hal, potensi besar yang dimiliki tidak tergali. Kualitas suara seperti Trini tersebar di seatero Nias. Kemajuan teknologi, kemudahan informasi dan teknologi, terutama kehadiran media sosial, semoga bisa memudahkan langkah adek Irda dan Trini dan juga yang lain dalam menggapai cita-citanya. Peran kita semua, termasuk pemerintah daerah, tentu akan memudahkan bibit-bibit unggul dari Pulau Nias.

Terima kasih Irda dan Trini. Kalian telah sukses memberikan tontonan yang menghibur. Maju terus ya Dek.

 

BAGIKAN
Berita sebelumyaSaat Pulau-Pulau Batu Merindukan Bank
Berita berikutnyaBPJS Ajak Peserta Gunakan Penapisan secara “Online”
Apolonius Lase
Lahir di Desa Hiligara, Kecamatan Gunungsitoli Selatan, Kota Gunungsitoli. Saat ini berdomisili di Jakarta. Bekerja di harian Kompas sejak 1996. Menyukai hal-hal tentang bahasa, termasuk bahasa Nias. Sebuah kamus, "Kamus Li Niha (Nias Indonesia)" telah diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas (2011). Menulis dan menyunting beberapa buku biografi. Menjadi narasumber di beberapa diskusi, lokakarya, dan seminar terkait kebahasaan dan jurnalistik. | Twitter: @apollolase; E-mail: apollolase@gmail.com
  • Eve Ge’e

    kira-kira ada gk yah pejabat Nias Barat….
    yang tergugah hatinya untuk mengakomodasi talenta ini untuk diorbitkan ke ranah profesional…
    Dinas Pemuda dan olahraga mungkin..?????
    atw ada produser-produser yang ingin mengorbitkan talenta kedua anak ini…

    • Apolonius Lase

      Setuju difasilitasi agar terus sukses. Penguasaan lagu-lagu selain lagu Nias, juga wajib dilakukan.