Pemkot Gunungsitoli Dinilai Tak Peduli

PERINGATAN 11 TAHUN GEMPA

1
1594
salah seorang siswi SMP terjatuh di lantai saat pelaksanaan simulasi gempa dalam rangka peringatan 11 tahun gempa Nias yang dilaksanakan Sigana di Kota Gunungsitoli beberapa minggu yang lalu. Foto dokumen facebook Daniel Gunawan.

GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS — Ketidakterlibatan Pemerintah Kota Gunungsitoli dalam peringatan peristiwa 11 tahun gempa dipertanyakan serta disebut sebagai ketidakpedulian pemerintahan kota Gunungsitoli di bawah kepemimpinan Wali Kota Martinus Lase. Ketiadaan anggaran disebut sebagai alasan Pemkot tidak terlibat dalam peringatan yang setiap tahun dilakukan itu.

“Kami menyesal dengan tidak adanya kepedulian Pemerintah Kota Gunungsitoli untuk ikut memperingati 11 tahun gempa Nias ini,” kata Ketua Perintis 99 Tubertoni Zebua, saat menyampaikan sambutan pada acara itu peringatan 11 tahun tersebut, Senin (28/3/2016).

Peringatan 11 tahun gempa di Kota Gunungsitoli dipelopori oleh Koalisi Siaga Bencana (Sigana) yang dipusatkan di Lapangan Merdeka, Kota Gunungsitoli.

Ketua panitia peringatan 11 tahun Gempa Nias Daniel Gunawan mengatakan, sebelum puncak peringatan 28 Maret, panitia telah melaksanakan berbagai kegiatan, seperti lomba simulasi gempa di tingkat SMP se-Kota Gunugsitoli, dance competition, pemutaran film oleh Forum Anak Kota Gunungsitoli, pawai obor, dan renungan bersama.

“Setiap tahun kami selalu melaksanakan acara peringatan gempa Nias untuk selalu mengingatkan masyarakat bahwa kejadian bencana bisa terjadi kapan saja. Sayangnya, Pemerintah Kota Gunungsitoli tidak peduli dan ini dari dulu. Kalau tahun lalu, mereka ikut pada acara yang kami konsep. Semua rangkaian acara dari kami, pemerintah tinggal caplok. Makanya, tahun ini kami enggan melibatkan Pemkot,” kata Daniel kepada Kabar Nias di sela-sela persiapan kegiatan itu.

Ketidakpedulian Pemerintah Kota Gunungsitoli di bawah pemerintahan Martinus Lase menjadi pertanyaan masyarakat Kota Gunungsitoli.

Anggaran Belum Disetujui

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gunungsitoli Soziduhu Lömbu mengakui ketidakikutan Pemkot pada pelaksanaan peringatan peristiwa bersejarah itu karena anggaran yang sudah diusulkan, senilai Rp 25 juta, hingga kini belum mendapat persetujuan dari BPKAD Kota Gunungsitoli.

“Itu bukan tidak peduli, tetapi karena anggaran tidak ada. Dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) masih belum disetujui Sekretaris Daerah dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Kemungkinan penolakan ini karena bertepatan dengan transisi kekuasaan,” ujar Soziduhu.

Pertengahan April ini, Wali Kota Martinus Lase memasuki masa akhir jabatan dan akan digantikan oleh pasangan terpilih pada Pilkada 2015, yaitu Lakhömizaro Zebua-Sowa’a Laoli.

“Karena itu, anggaran sebesar Rp 25 juta tersebut telah kami sepakati lewat rapat beserta pegawai lain akan digunakan pada PAPBD oleh BPBD untuk mitigasi bencana,” ujarnya.

Meskipun tidak dilibatkan oleh Sigana, Soziduhu mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan siaga akan bencana yang akan datang demi mengurangi risiko yang akan ditimbulkan.

Daniel Gunawan, kepada Kabar Nias, mengatakan, Pemerintah Kota Gunungsitoli di bawah kepemimpinan Lakhömizaro-Sowa’a, dapat mencantumkan pada programnya peringatan ini serta menyelesaikan tugu gempa, program yang mangkrak di zaman Martinus Lase. Tugu gempa, yang peletakan batu pertamanya disaksikan langsung Menteri Hukum dan HAM serta Menteri Pariwisata, itu hingga kini masih mangkrak. [knc02w]