KERJA SAMA SOSIAL

ONKP Galang Bantuan Pengadaan Alkitab Berbahasa Nias dan Buku Lagu

0
28
Kantor Pusat ONKP. —Foto: Kitabisa.com

JAKARTA, KABAR NIAS — Guna mencukupi kebutuhan 5.000 eksemplar Alkitab berbahasa Nias dan 5.000 buku lagu, lembaga gereja Orahua Niha Keriso Protestan (ONKP), salah satu organisasi keagamaan dengan basis di Pulau Nias, menggalang pengumpulan dana lewat pengumpulan donasi sebesar Rp 686 juta di situs Kitabisa.com.

Lewat Grup WA dan media sosial informasi ini dikabarkan kepada warganet untuk bisa ambil bagian dan memberikan donasinya. Salah satu tokoh Nias, Profesor Fakhili Gulö, Guru Besar Universitas Sriwijaya Palembang, berdomisili di Palembang, Sumatera Selatan, turut menyampaikan ajakan ini kepada khalayak.

“Stok Alkitab berbahasa Nias (Sura Ni’amoni’ö) dab buku Nyanyian ONKP (Buku Zinunö) edisi revisi sedang dalam proses penyelesaian revisi dan nantinya butuh dana untuk biaya cetak. Sementara kas di kantor Pusat ONKP sangat minim,” kata Fakhili Gulö dalam diskusi di Grup WA Orahua Tötönafö.

Ia mengajak peserta diskusi dan khalayak untuk mau falulu (bekerja sama, yang menjadi ciri khas orang Nias dan bangsa Indonesia) untuk menyisihkan sedikit berkat dalam pengadaan Alkitab dan buku nyanyian ini.

Cuplikan tangkapan layar Kitabisa.com.

“Mari Bapak, Ibu dan Saudara-Saudari, kita sisihkan sebagian berkat yang telah kita terima untuk menjadi saluran berkat bagi Gereja ONKP dalam pengadaan Sura Ni’amoni’ö dan Buku Zinunö ONKP ini. Persembahan dan donasi kita tidak akan pernah sia-sia,” begitu imbaunya.

Penelusuran Kabarnias.com, para donatur yang tergerak hatinya dan ikut falulu, bisa mengeklik situs Kitabisa.com pada tautan ini https://kitabisa.com/BantuONKP.

Pada Minggu (26/11/2017) siang, uang yang sudah terkumpul sudah mencapai Rp 552.189 dari target yang dikehendaki Rp  685 juta. Panitia dari ONKP memberikan batas pengumpulan donasi hingga Januari 2018.

Sejumlah diaspora Nias yang tergabung dalam OTT menyambut baik rencana falulu ini. Sebagian memberikan usul, selain lewat Kitabisa.com, panitia juga bisa melakukan pendekatan pada Bimas Kristen Kementerian Agama.

“Usul Gereja (ONKP) perlu memanfaatkan keberadaan Bimbingan Masyarakat Kristen (Kementerian Agama). Biasanya mereka punya peruntukan anggaran untuk ini. Saya percaya pasti di-ACC karena peruntukannya jelas,” ujar Marinus Waruwu, admin GWA OTT.

Diaspora senior, Fönali Lahagu yang berdomisili di Yogyakarta menyarankan agar panitia juga membuka rekening khusus untuk yang ingin menyumbang dengan komitmen berapa buku.

“Saya sarankan, pertama, donasi langsung transfer uang ke rekening Gereja atau panitia.
Kedua, donasi dalam bentuk jumlah Alkitab dan buku nyanyian yang disanggupi oleh donatur. Bukan jumlah uang tetapi berapa jumlah Alkitab dan berapa jumlah buku nyanyian. Lalu harga cetak satu Alkitab berapa rupiah dan juga buku nyanyian. Contoh si A menyumbang 10 Alkitab. Si B 20 buku nyanyian. Si C 25 Alkitab dan 25 buku nyanyian. Mereka transfer senilai itu ke rekening yang sudah ditentukan a/n siapa/lembaga apa.
Kalau boleh dibuatkan grup baru proyek pengadaan Alkitab dan buku nyanyian ini dan dibuat list-nya. Kita perlu ingat bahwa kita-kita berasal dari berbagai gereja dan Sinode.
Tetapi tentu diharapkan semua saling meringankan bagi yg terbeban,” ujar Fönali Lahagu.

Reny Pantjawati alias Ketjel, aktivis media dan pengurus Taman Baca Kandangboekoe berjanji menyumbangkan sebagian koleksi Alkitab berbahasa Nias yang dikirim oleh Lembaga Alkitab Indonesia ke Kandangboekoe, beberapa waktu lalu.

“Bulan lalu baru dikirimin dari LAI alkitab bahasa Nias, satu kardus besar. Kami sumbang juga deh. ONKP cuma beberapa meter dari Kandangboekoe,” ujarnya, Minggu sore.