“Falulu” buat Ansih

0
1118

JAKARTA, KABAR NIAS — Setelah mengunggah berita terkait keberangkatan Erza Solaturia Anansih Mendröfa, pembaca Kabar Nias dan netizen, di luar dugaan, menyambut dengan antusias. Sejumlah netizen bahkan menyatakan akan turut falulu sebagai bentuk dukungan buat prestasi yang ditorehkan oleh Ansih.

Falulu adalah kosa kata Li Niha (bahasa Nias) yang bermakna bergotong royong. Di kalangan ono niha, falulu adalah sebuah kearifan lokal warisan leluhur. Dulu, ketika seseorang membuka ladang, sawah, atau membangun rumah, semua tetangga atau orang sekampung (si sara ewali atau si sambua banua) bahu-membahu bekerja sama membantu hingga pekerjaan tuntas sehingga orang yang dibantu merasa ringan. Sayang, kata falulu ini sudah mulai terlupakan.

Saat ini, lewat Kabar Nias, orang Nias membuktikan bahwa kearifan lokal Nias, falulu, belum benar-benar mati. Nilai luhur yang diwariskan nenek moyang kita itu ternyata masih bersemayam di hati setiap ono niha. Kesusahan seorang menjadi kesusahan semua.

Lewat media sosial, sejumlah pihak setelah membaca berita itu, menyemangati Ansih, seorang anak yatim yang berprestasi. Atas prestasi yang membanggakan itu, netizen ingin memberikan tanda apresiasi dan penyemangat untuk disampaikan kepada Ansih. Netizen berharap ini bisa menjadi pemicu semangat Ansih untuk terus belajar dan menginspirasi remaja-remaja Nias di mana pun berada.

“Kita bangun sikap empati bukan hanya simpati. Empati merupakan ungkapan perasaan yang dibarengi dengan tindakan berbuat,” demikian dr Ria Telaumbanua, Direktur RSUD Dr. Djasamen Saragih, Pematang Siantar. Penulis beberapa buku ini bahkan menyatakan turut dalam gerakan “Falulu buat Ansih”.

Tafaewasi Wau yang tinggal di Bali menyatakan, “Membaca penuturan kata-kata dan prinsip hidupnya, Ansih sangat pantas mendapatkan beasiswa ini. Semoga Ansih beroleh beasiswa ke level sarjana nantinya.”

Agus Hardiyan Mendröfa menulis: “Hormat kami untuk Ersa Ansih Mendröfa yang telah membanggakan anak Nias. Mereka dari Forum Anak Nias (Forani) menyampaikan selamat dengan rasa bangga berita sukacita ini. Tadi siang, kami membaca postingan di Kabar Nias tentang Ansih ini. Lalu beberapa pengurus Forani kami panggil untuk ambil bagian.”

Profesor Fakhili Gulö dan Otniel Lizaro Waruwu, yang bertemu dengan Kabar Nias di sebuah tempat di Jakarta, juga menyatakan dukungannya pada gerakan falulu ini. “Kita akan dukung adik kita ini supaya bisa mencapai cita-citanya,” ujar Profesor Dr Fakhili.

Bahkan, tokoh Nias, Yasonna Hamonangan Laoli, yang juga Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, menyatakan kesediaannya untuk mendukung adik Ansih. “Saya siap berpatisipasi dan juga teman-teman akan saya ajak,” kata Yasonna kepada Kabar Nias, Jumat (10/7/2015).

Gerakan Falulu

Melihat animo netizen ini, Kabar Nias siap dan bersedia mengoordinasikan para pembaca dan netizen dalam gerakan bertajuk “Falulu buat Ansih.”

Siapa pun bisa turut menjadi peserta gerakan falulu ini. Dengan mengirimkan ke:

Nomor rekening 526-008-1413
BCA Cabang KS Tubun
atas nama Apolonius Lase.

Peserta memberi tahu partisipasinya lewat SMS: 0821-4422-4400 dan e-mail: redaksi@kabarnias.com.

Kami secara berkala akan mengumumkan perkembangan gerakan ini kepada semua peserta melalui halaman berikut:

Klik di sini