KETENAGALISTRIKAN

Atasi Krisis Listrik di Nias, PLN Datangkan Pembangkit 25 MW dari Batam

0
593
Ilustrasi. —Foto: Financialtribune.com

JAKARTA, KABAR NIAS — Masyarakat di Pulau Nias tidak perlu panik dan khawatir dengan berakhirnya pasokan listrik dari vendor APR Energy milik Amerika Serikat berkapasitas 20 MW per akhir Mei 2016 ini. Pasalnya, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan segera mendatangkan pembangkit listrik berkapasitas 25 MW dari Batam, Kepulauan Riau.

Kepastian pengadaan pembangkit ini disampaikan Direktur Utama PT Pelayanan Listrik Nasional Batam Dadan Kurniadipura, seperti dikutip Kompas (20/5/2016). “PLN Indonesia sebagai pemegang saham mayoritas menugaskan kami memprioritaskan pengiriman ke Nias. Bahan bakarnya menjadi kewenangan PLN Sumatera Utara,” kata Dadan.

Menurut Dadan, pihaknya sedang mengurus beberapa perizinan sebelum dikirim ke daerah tujuan. Selain Nias, perusahaan swasta itu juga akan mengirimkan pembangkit listrik ke Bandar Lampung, Pontianak, Duri (Riau), Medan, Bangka, dan Lombok.

Siapkan Genset

Sementara itu, Deputi Hukum dan Hubungan Masyarakat PLN Wilayah Sumatera Utara Mustafrizal, Kamis (19/5/2016), mengatakan bahwa pihaknya telah mengoperasikan generator set (genset) berkapasitas 12 MW. Pembangkit itu ditempatkan di Idanoi, Kecamatan Gunungsitoli Selatan. Mulai Rabu malam, kata Mustafrizal, pembangkit tersebut sudah memasok listrik ke sistem.

Masyarakat di Pulau Nias dalam beberapa hari terakhir dibuat cemas bakal mengalami krisis listrik lagi karena perusahaan pemasok listrik di Pulau Nias, APR Energy asal Amerika Serikat yang beroperasi sejak 2013, menyatakan berhenti beroperasi di Pulau Nias per akhir Mei 2016.

Dari rilis pers yang dikirimkan pihak APR Energy ke Kabar Nias, Rabu, oleh John Campion, Ketua dan Chief Executive Officer APR Energy, disebutkan, pada akhir Mei, secara permanen APR Energy akan menutup pembangkit listrik tenaga listrik yang berkekuatan total 20 MW, yakni 10 MW di Idanoi dan 10 MW di Moawö.

Menurut John, penutupan permanen ini karena pihak PT PLN belum membayar sejumlah tagihan dan perusahaan milik negara itu dinilai tidak menghormati kontrak dengan APR Energy.

“Meskipun kami akan pergi, kami ingin melindungi rakyat Nias dan memastikan Anda mendapatkan listrik. Itu sebabnya kami telah menawarkan untuk menjual pembangkit listrik kami di Nias kepada PLN. Sayangnya, PLN belum menanggapi tawaran kami,” tulis John dalam rilis persnya bertema “Surat Terbuka kepada Rakyat Nias” itu.

Merespons surat itu, Mustafrizal mengatakan, PLN sebenarnya sudah sepakat dengan APR Energy bahwa pihaknya akan membayar 50 persen dari tagihan dan 50 persen sisanya akan dibayarkan setelah audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selesai. “Sampai sekarang audit BPK belum final,” kata Mustafrizal.

Mustafrizal meminta masyarakat Nias tidak panik dan khawatir dengan surat yang disampaikan oleh pihak APR Energy tersebut. Menurut dia, surat itu bentuk provokasi. Perlu diingat, kata Mustafrizal, tagihan listrik APR Energy itu bukan di Nias.

Dijelaskan Mustafrizal, PLN juga tengah menyiapkan genset 2 x 6 MW. Genset itu akan ditempatkan di Idanoi, Gunungsitoli dan di Telukdalam, Nias Selatan. Pembangkit yang ditempatkan di Nias Selatan saat ini masih dalam perjalanan dari Padang. Mustafrizal menjamin, sebelum akhir Mei pembangkit 12 MW di Idanoi dan 6 MW di sebelahnya akan beroperasi.

Seperti dikutip Kompas, pembangkit 12 MW itu jika dimaksimalkan kapasitasnya bisa mencapai 13,2 MW. Kemudian, sejumlah cadangan pembangkit yang didatangkan dari daerah lain sudah siaga di Pulau Nias. “Saat pembangkit APR Energy 20 MW padam, kebutuhan listrik di Nias sudah terpenuhi,” ujarnya.

PLN Diaudit

Masyarakat Nias meminta pemerintah pusat mendorong pembenahan di dalam tubuh PLN Cabang Nias sehingga kejadian pemadaman selama lebih kurang dua minggu (1-17 April 2016)—karena penyedia daya listrik, APR Energy, memadamkan listrik secara sepihak karena PLN belum membayar utang—tidak terulang lagi.

Untuk diketahui, akibat pemadaman tersebut, masyarakat Nias di beberapa tempat melakukan gerakan dan aksi damai untuk meminta perhatian pemerintah pusat. Para pemuda Nias, organisasi kemasyarakatan, dan sejumlah tokoh Nias berpatisipasi dalam gerakan itu.  (Baca: Pemuda Peduli Nias Berdemo di Jakarta Hari Ini)

Selain itu, sistem penagihan listrik kepada pelanggan PLN di Pulau Nias harus dibenahi sehingga tidak terjadi lonjakan tagihan yang kontroversial yang sering membuahkan aksi protes dari masyarakat. (Baca: Rekening Listrik Melonjak, Masyarakat Demo PLN). [knc01r]


Surat Terbuka APR