SOSIALISASI PROGRAM

Pasangan Calon Aine Gelar Kampanye Terbuka di Lölöfitu Moi

0
998
Pasangan calon AINE di Nias Barat mengadakan kampanye terakhir di Moi.

MOI, KABAR NIAS — Menjelang masa akhir kampanye 5 Desember 2015, setiap pasangan calon peserta Pilkada Serentak di Nias Barat terus mengadakan sosialisasi kepada masyarakat. Pasangan Aine mengumpulkan massa di Lapangan Sepak Bola, di Kecamatan Lölöfitu Moi, Rabu (3/12/2015). Kampanye itu dihadiri oleh tokoh masyarakat Nias Barat Fönaziduhu Marundrury dan juga Sekretaris DPD Golkar Sumatera Utara.

Kampanye yang dihadiri lebih kurang 2.000 orang itu berlangsung cukup meriah. Ketua DPRD Nias Barat Nitema Gulö turut hadir dalam acara itu. Tokoh partai pendukung Aine juga terlihat hadir. Pada akhir acara, massa yang hadir melakukan atraksi maena bersama khas pendukung Aine dengan mendaulat AA Gulö dan Oneyus Halawa berbaur dengan masyarakat.

Disampaikan Nitema, masyarakat yang hadir terutama dari Kecamatan Lölöfitu Moi dan sekitarnya serta sejumlah warga dari kecamatan lain. “Para perempuan dan pemilih pemula banyak hadir yang menyatakan dukungan untuk memenangkan Aine,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, pasangan Aine membeberkan visi-misinya kepada masyarakat, bahwa jika terpilih kelak akan meneruskan pembangunan di Nias Barat yang sudah dimulai. Seperti diketahui, calon bupati Adrianus Aroziduhu Gulö adalah petahana.

“Tata kelola pemerintahan yang bersih menjadi ciri khas pemerintahan kami. Kami tidak akan membiarkan jajaran pemerintahan melakukan hal-hal yang sifatnya koruptif. Salah satu contohnya di bidang penerimaan PNS, atau penempatan PNS di jabatan-jabatan tertentu dilakukan tanpa ada setoran uang oleh yang bersangkutan. Selama lima tahun belakangan ini sudah kami praktikkan dan kami buktikan kepada semua PNS di jajaran Nias Barat,” ujar AA Gulö.

Masyarakat di kampanye Aine.
Massa pendukung Aine melakukan maena bersama di Lölöfitu Moi, Nias Barat, Rabu (3/12/2015).

Klarifikasi

Tokoh Nias Barat, Fönaziduhu Marundrury alias Ama Dela, dalam kesempatan itu didaulat memberikan sambutan di hadapan masyarakat yang hadir. “Kami hadir di sini bukan sebagai juru kampanye Aine. Sebab, jika jadi juru kampanye, maka harus terdaftar dulu di KPU. Saya sempatkan hadir di sini, bahkan tanpa sepengetahuan Bapak AA Gulö dan Bapak Ama Fandy (Oneyus Halawa, calon wakil bupati) untuk sekadar memberikan dukungan moral kepada Bapak AA Gulö sekaligus juga memberikan klarifikasi terhadap berbagai selentingan-selentingan yang beredar di masyarakat Nias Barat, tanah kelahiran orangtua saya, bahwa hubungan saya dengan AA Gulö tidak baik dan kurang harmonis,” ujarnya.

“Saya nyatakan kepada saudara-saudara saya semua di Nias Barat ini bahwa saya tetap pada komitmen saya sejak awal ketika berjuang mendukung pasangan A’aro’ö-He pada pilkada sebelumnya untuk mendukung pasangan ini karena ada harapan untuk tidak korupsi. Sebab, saya dari awal tidak membiarkan pasangan ini untuk mengeluarkan uangnya sendiri dalam pilkada. Saya merelakan sedikit titipan Tuhan kepada saya untuk saya sumbangkan untuk mengantarkan pasangan ini menjadi pemimpin di Nias Barat. Perlu dicatat, bisa ditanyakan kepada Bapak AA Gulö, bahwa saya sama sekali tidak pernah meminta sepersen pun dari Bapak AA Gulö untuk mengembalikan uang yang sudah saya keluarkan. Ketika AA Gulö tidak berlaku koruptif selama ia memimpin, bagi saya, itu sudah sangat memuaskan, sebab hasilnya kelihatan,” kata Ama Dela.

Ia menegaskan bahwa hubungan dirinya dengan AA Gulö sangat baik dan pada pilkada kali ini memutuskan untuk tetap berkomitmen untuk mendukung pasangan ini.

“Saya sedih dengan kondisi tanah kelahiran orangtua saya yang dijejali dengan kampanye-kampanye hitam dan negatif dengan menghalalkan segala cara untuk meraih simpatik masyarakat. Ada saudara-saudara kita yang mengatakan bahwa Ama Dela mendukung Fakhe hanya karena rumah orangtua saya di Pulau Hinako dipakai untuk kampanye oleh pasangan Fakhe. Itu tidak benar. Ada yang mengatakan bahwa Ama Dela datang ke Nias Barat untuk melakukan serangan fajar. Saya nyatakan itu sama sekali tidak benar. Saya berharap, masyarakat Nias Barat memikirkan dampak dari penerimaan uang pada pilkada ini yang akan akan membawa Nias Barat ke ambang kehancuran. Uang yang saudara-saudara terima yang bisa habis dalam beberapa jam saja akan menggadaikan waktu selama lima tahun ke depan tanpa Bapak/Ibu/Saudara-Saudari semua bisa merasakan perubahan,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Ama Dela mengimbau kepada masyarakat Nias Barat untuk tidak mudah memercayai berbagai isu yang sengaja dilemparkan orang-orang tidak bertanggung jawab. “Saya nyatakan hari ini, saya bulat memberikan dukungan penuh kepada pasangan Aine karena tiga hal yang saya pesankan, yaitu tidak korupsi, tidak meminta uang jika mengangkat pejabat eselon I-IV; serta secara jujur menjalankan pemerintahan secara terbuka dengan mengedepankan kepentingan orang banyak,” ujarnya.

Ke depan ini, kata Ama Dela, mendorong pasangan Aine membuka kepada masyarakat berapa penghasilan mereka setiap bulan kepada masyarakat. “Dengan begitu, kita bisa mempertanyakan ketika mereka bisa membangun rumah gedung dengan biaya miliaran rupiah, membeli mobil mewah, dengan membandingkan jumlah uang yang mereka terima selama menjabat,” katanya.

Sementara itu, ia juga mengajak masyarakat Nias Barat, untuk menentukan masa depan Nias Barat lima tahun mendatang dengan datang di TPS pada 9 Desember 2015. “Jangan sampai tidak datang ke TPS karena itu sangat menentukan keberhasilan pasangan yang Anda dukung, termasuk untuk memastikan kemenangan pasangan Aine ini,” ujarnya.

Pantauan Kabar Nias, sesuai acara itu, Ama Dela langsung menemui masyarakat di berbagai tempat, termasuk di Sirombu dan Mandrehe.

Seperti diketahui pasangan Fakhe juga telah melakukan kampanye di Pulau Hinako beberapa waktu yang lalu. [knc01r]