PENGENALAN BUDAYA DAN SEJARAH

Kerajinan Tangan Bertema Sejarah Nias Selatan Diluncurkan

1
999

TELUKDALAM, KABAR NIAS — Derasnya pengaruh modernisasi dinilai telah membuat masyarakat Nias Selatan, terutama generasi muda, lupa akan sejarah dan kebudayaannya. Dibutuhkan daya kreativitas dan terobosan para pemangku kepentingan di Nias Selatan agar generasi muda tersebut bisa menghargai sejarah dan budaya leluhurnya.

Demikian mengemuka dalam peluncuran produk-produk “Nekhe-nekhe Dana Ondröita Zatua” (kerajinan tangan peninggalan leluhur) yang diinisiasi oleh seorang warga Nias Selatan, Ugahari Wau, Minggu (8/5/2016), di Baloho Center Beach, Telukdalam. Produk yang diluncurkan tersebut berupa buku tulis, zipper bag (map), dan kotak pensil. Ketiga produk itu didesain atau diberi sampul foto-foto lama disertai narasi.

“Kami mencoba menggali budaya Nias Selatan yang sudah terlupakan karena selama ini kan anak-anak zaman sekarang hampir kehilangan identitas. Mereka sudah lebih modern dan sudah tidak mau tahu sejarah budayanya. Seperti buku tulis, selama ini kan gambarnya sampulnya artis-artis. Akibat negatifnya, mereka (para siswa) jadi terobsesi dengan gaya-gaya artis yang ada di sampul buku tersebut. Karena itu, kami mencoba menggali kembali foto-foto kuno Nias dan budaya rumah-rumah adat kuno yang sudah hampir punah,” kata Ugahari kepada Kabar Nias, Minggu malam, lewat perbincangan melalui telepon seluler.

Selain sebagai cara memperkenalkan kepada masyarakat, peluncuran produk kerajinan tangan ini dimaksudkan untuk menggugah semua pihak agar peduli dan bisa berbuat sesuatu yang menginspirasi demi melestarikan kebudayaan Nias Selatan.

“Ke depan, upaya pengenalan sejarah dan pelestarian budaya lewat produk kerajinan tangan ini akan kami lembagakan lewat yayasan yang akan kami beri nama Böwö Maneno,” ujar Ugahari, yang juga berprofesi sebagai pendeta itu.

Ugahari menjelaskan, untuk saat ini, ada enam varian produk yang telah diproduksi yang bisa didapatkan oleh masyarakat Nias Selatan. “Silakan datang ke Jalan Kueni Nomor 14, Kelurahan Pasar Telukdalam, atau bisa menghubungi kami di nomor 0852-97282546,” ujar Ugahari.

Untuk setiap foto dan narasi sejarah yang dipakai untuk produk-produk kerajinan tangan ini, Ugahari mengaku, akan diseleksi dengan ketat sehingga informasinya tidak keliru. “Semua narasi yang kami muat bisa dipertanggungjawabkan kebenaranya,” ujarnya. Ia juga berjanji, pada edisi berikutnya, akan mencantumkan sumber dari setiap foto yang dipakai untuk kerajinan tangan yang diproduksinya sebagai bentuk penghormatan pada hak cipta.

Perlu Didukung

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Nias Selatan Anggreani Dachi, yang hadir dalam acara itu, menyatakan, upaya seperti ini perlu didukung karena merupakan salah satu bentuk memajukan pariwisata di Nias Selatan.

“Ini sangat baik. Kita perlu menyambut dengan gembira dan mengapresiasi upaya-upaya seperti ini. Produk-produk genuine Nias Selatan ini bisa mendorong kemajuan pariwisata di Nias Selatan. Selain masyarakat bisa belajar sejarah, juga para wisatawan bisa membeli produk kerajinan tangan ini sebagai oleh-oleh yang khas dari Nias Selatan,” ujar Anggreani kepada Kabar Nias, Minggu malam.

Hadir dalam acara peluncuran itu, tokoh Nias Selatan, antara lain Bamböwö Laia, Arisman Zagötö, Samachoi Wa’u, dan Pdt. Foluaha Bidaya. Kepala Polres Nias Selatan AKBP Robert Da Costa dan Ketua DPRD Nias Selatan Sidi Adil Dachi juga tampak hadir. [knc01r]

  • Arnazz Dachy PutNisel

    Mntaappp.. Semoga generasi2 Nias yg lain ikut ambil alih dlm hal positif spt begini..