CUACA BURUK

Warga Diminta Waspadai Banjir dan Longsor

0
653

GUNUNGSITOLI, KABAR NIAS — Cuaca yang kurang bersahabat dalam beberapa hari ini, di Pulau Nias, yakni curah hujan dalam intensitas tinggi, berpotensi menimbulkan banjir bandang dan longsor. Warga yang berada di pinggir sungai dan lereng bukit diminta tetap waspada.

“Kami minta dan kami mengimbau agar warga yang bermukim dekat aliran sungai tetap waspada dan jika perlu mencari tempat penginapan yang lebih aman karena volume air yang besar akan mengakibatkan banjir bandang dan tanah longsor,” kata Kepala Pos SAR Nias Torang Hutahaean, saat dihubungi Kabar Nias, Selasa (15/9/2015) malam.

Selasa pukul 19.00, di Pulau Nias sedang turun hujan dan listrik dari PLN dalam keadaan padam. Kota Gunungsitoli pun gelap gulita.

Sungai Mola Meluap Lagi

Akibat hujan deras Selasa malam, luapan Sungai Mola kembali melanda dua wilayah desa di Bawölato, Kabupaten Nias, yaitu Desa Si’öfa’ewali dan Lagasi Mahe. Minggu pagi hingga sore, dua desa ini juga dilanda banjir.

Aman Setiaman Lawölö, penduduk Desa Lagasi Mahe, melalui telepon seluler, memberi tahu Kabar Nias bahwa pukul 19.00, banjir kembali melanda desanya.

“Warga kembali harus keluar rumah karena air sudah mulai menggenangi rumah. Kami cukup kewalahan dengan banjir yang datang tiba-tiba,” ujar Setiaman.

Diakui Setiaman, sejak Minggu hingga datang lagi banjir Selasa malam, Pemerintah Kabupaten Nias belum memberikan pertolongan kepada mereka.

“Yang paling terasa adalah tempat berkumpul atau pengungsian serta kebutuhan akan air bersih. Banyak warga yang tidak bisa memasak karena ketiadaan air bersih,” ujar Rohzaman, warga Lagasi Mahe.

Hal yang sama juga terjadi di Desa Hilizoi, Kecamatan Gidö. Lima rumah dekat jembatan Gidö sudah mulai tenggelam. Dariel Ndraha, warga setempat, kepada Kabar Nias, mengatakan bahwa akses menuju bandara dari Gunungsitoli putus karena luapan banjir Sungai Gidö.

“Rumah di dekat Jembatan Gidö sudah hampir tertutup banjir. Jalan tidak bisa dilalui,” kata Dariel.

Torang membenarkan bahwa pihaknya telah menerima sejumlah laporan dari berbagai daerah di Pulau Nias. “Kami sudah menerima laporan dari Nias Utara, Nias Selatan, Nias, Nias Barat dan Kota Gunungsitoli terkait adanya banjir. Tapi, sejauh ini belum ada korban jiwa,” ujar Torang.

Kepala Pos SAR Nias mengaku pihaknya siap siaga memantau luapan banjir di semua tempat dan jika mengancam jiwa mereka segera turun mengevakuasi warga.

Seperti diketahui, Pemkab Kabupaten Nias telah memantau banjir yang terjadi di Bawölato, tetapi masyarakat korban banjir tidak perlu diberi bantuan karena musibah yang mereka alami bukan tergolong kategori bencana. [knc02w]

BAGIKAN
Berita sebelumya7 Desa di Kecamatan Mazinö Terdampak Banjir
Berita berikutnyaPuluhan Rumah Warga di Kecamatan Lahömi Terendam Banjir
Onlyhu Ndraha
Reporter Kabar Nias di Kota Gunungsitoli. Lahir di Maliwa'a, 23 Februari 1983, di Desa Tagaule, Kecamatan Idanögawo, Kabupaten Nias. Pernah mengecap pendidikan di Jurusan Kimia USU, tetapi tidak lulus. Dan akhirnya menamatkan sarjana di STIE Pembnas Nias. Membela kepentingan publik dan orang yang lemah serta teraniaya adalah kewajiban hidupnya. Terus berbuat baik tanpa mengharapkan balasan adalah moto hidupnya.